Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton asal Bandung Barat untuk Idul Adha 2026

Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton asal Bandung Barat untuk Idul Adha 2026
Foto: Ilustrasi Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton asal Bandung Barat untuk Idul Adha 2026.
Ukuran teks

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah memastikan pilihan hewan kurban untuk menyambut hari raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 mendatang. Kepala Negara memilih seekor sapi dengan ukuran jumbo yang berasal dari peternak lokal di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Sapi yang terpilih tersebut memiliki bobot yang sangat fantastis, yakni mencapai 1,05 ton. Hewan kurban istimewa ini dipastikan akan menjadi bagian dari perayaan Idul Adha Presiden di tahun tersebut.

Asal-Usul Sapi Kurban Presiden

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti, memberikan konfirmasi resmi mengenai pengadaan hewan kurban ini pada Selasa, 19 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa sapi tersebut merupakan milik seorang peternak lokal yang berdomisili di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Wiwin menyampaikan rasa bangganya karena sapi dari wilayahnya kembali dipercaya untuk menjadi hewan kurban Presiden. Pemilik sapi yang beruntung tersebut diidentifikasi bernama Pak Dede, yang selama ini memang dikenal sebagai peternak yang telaten.

Berikut adalah identitas singkat sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto:

  • Nama Panggilan: Mayor
  • Jenis Sapi: Simental
  • Berat Badan: 1,05 Ton
  • Tinggi Badan: Sekitar 160 Centimeter
  • Usia: 3 Tahun
  • Lokasi Asal: Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat

Informasi detail mengenai fisik dan asal-usul sapi di atas menunjukkan betapa seriusnya proses seleksi yang dilakukan oleh tim kepresidenan. Sapi jenis Simental ini dipilih karena posturnya yang gagah dan kualitas dagingnya yang sangat baik.

Proses Seleksi yang Ketat

Keputusan pemilihan sapi bernama Mayor ini tidak diambil secara mendadak atau tanpa pertimbangan yang matang. Sebelumnya, pihak Dinas Perikanan dan Peternakan KBB telah mengajukan tiga kandidat sapi berukuran besar sebagai calon hewan kurban Presiden.

Ketiga kandidat sapi tersebut berasal dari tiga kecamatan yang berbeda di wilayah Bandung Barat, yaitu Parongpong, Cisarua, dan Gununghalu. Masing-masing sapi menjalani rangkaian penilaian yang komprehensif sebelum akhirnya satu ekor diputuskan untuk dibeli.

Proses penentuan akhir berada di bawah wewenang Sekretariat Presiden (Setpres) setelah berkonsultasi langsung dengan para peternak. Pihak dinas setempat berperan dalam tahap pengajuan awal serta memastikan standar kesehatan hewan terpenuhi sepenuhnya.

Wiwin menjelaskan bahwa tugas instansinya mencakup pendampingan teknis dan pengawasan kualitas hewan di lapangan. Mereka juga bertanggung jawab memantau kondisi sapi secara rutin hingga nanti tiba waktunya dikirim ke lokasi penyembelihan.

Kesehatan dan Kualitas Terjamin

Mengingat sapi ini akan menjadi kurban milik orang nomor satu di Indonesia, standar kesehatan yang diterapkan sangatlah tinggi. Sapi tersebut harus melewati berbagai macam tes laboratorium dan pemeriksaan fisik secara mendalam.

Beberapa rangkaian pengecekan medis telah dilakukan oleh tim dokter hewan untuk memastikan tidak ada penyakit yang menjangkiti. Pemeriksaan tersebut meliputi pengambilan sampel darah hingga pengecekan feses untuk mendeteksi adanya parasit atau bakteri merugikan.

Pemeriksaan kesehatan intensif yang dilakukan meliputi beberapa aspek penting:

  • Uji Klinis PMK: Memastikan sapi bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku yang menular.
  • Pemeriksaan LSD: Deteksi dini terhadap penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease.
  • Uji Laboratorium: Meliputi pemeriksaan darah dan kotoran secara berkala.
  • Kondisi Fisik: Pengecekan nafsu makan, keaktifan gerak, dan kesehatan kuku serta kulit.

Setelah melalui serangkaian tes tersebut, sapi Mayor dinyatakan dalam kondisi sehat sempurna dan bebas dari segala macam penyakit menular. Hal ini memberikan ketenangan bagi semua pihak terkait kualitas daging yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Pemantauan Hingga Hari Raya

Meski sudah resmi dipilih, pengawasan terhadap sapi seberat 1,05 ton ini tidak lantas berhenti begitu saja. Pihak Dinas Perikanan dan Peternakan KBB tetap memberikan perhatian khusus hingga hari pengiriman nanti.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan bobot sapi tetap terjaga dan tidak mengalami stres yang bisa menurunkan kondisi fisiknya. Nutrisi dan pola makan sapi Mayor dijaga dengan sangat ketat oleh Pak Dede di bawah bimbingan para ahli peternakan.

Selain mengurus sapi untuk Presiden, Kabupaten Bandung Barat memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sapi perah dan sapi potong berkualitas tinggi di Jawa Barat. Hal ini dibuktikan dengan seringnya sapi dari daerah tersebut dipilih untuk kebutuhan kurban tokoh-tokoh penting di tingkat nasional.

Dengan terpilihnya sapi dari Cisarua ini, diharapkan dapat memotivasi para peternak lokal lainnya untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka. Keberhasilan Pak Dede menjadi bukti bahwa peternak rakyat mampu menghasilkan hewan ternak dengan standar kualitas premium.

Hingga berita ini diturunkan, sapi Mayor masih berada di kandangnya di Desa Pasirlangu untuk menjalani perawatan rutin. Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H, sapi tersebut dijadwalkan akan segera diberangkatkan sesuai instruksi dari Sekretariat Presiden.

Artikel terkait

Rekomendasi