Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, memberikan sinyal mengenai rencana masa depannya di dunia sepak bola. Ia mengaku mempertimbangkan untuk pensiun apabila berhasil membawa Nerazzurri meraih trofi Liga Champions.
Gelar kompetisi tertinggi di Eropa tersebut menjadi satu-satunya pencapaian prestisius di level klub yang belum pernah ia raih. Padahal, sosok berusia 69 tahun ini telah berkarier di manajemen sepak bola selama hampir separuh abad.
Ambisi Melengkapi Koleksi Trofi
Marotta telah membangun reputasi besar melalui tangan dinginnya saat mengelola dua raksasa Italia, yakni Juventus dan Inter Milan. Di kancah domestik, kemampuannya dalam membangun tim pemenang sudah tidak perlu diragukan lagi.
Berikut adalah rincian keberhasilan trofi yang telah dikumpulkan Marotta selama menjabat di Juventus dan Inter Milan:
Daftar pencapaian domestik Beppe Marotta di liga Italia:
| Klub | Serie A | Coppa Italia | Piala Super Italia |
|---|---|---|---|
| Juventus (2010-2018) | 7 Gelar | 4 Gelar | 3 Gelar |
| Inter Milan (2018-Sekarang) | 3 Gelar | 3 Gelar | 3 Gelar |
Data di atas menunjukkan dominasi Marotta di kompetisi lokal, namun keberuntungan belum berpihak padanya saat berlaga di kancah Benua Biru. Meski sering melaju hingga babak pamungkas, tim yang ia pimpin selalu gagal mengangkat trofi juara.
Bayang-Bayang Kegagalan di Final Eropa
Sepanjang kariernya, Marotta tercatat sudah merasakan pahitnya kekalahan dalam lima pertandingan final turnamen Eropa. Bersama Juventus, ia harus puas menjadi runner-up Liga Champions pada edisi 2015 dan 2017.
Nasib serupa dialaminya saat pindah ke San Siro, di mana Inter Milan kalah di final Liga Europa 2020. Upaya untuk memenangi Liga Champions pun kembali kandas di final tahun 2023 dan yang terbaru pada 2025.
Pernyataan Marotta mengenai ambisinya di masa depan:
"Tentu saja saya sangat berambisi memenangi Liga Champions bersama Inter Milan. Tim saya sudah merasakan empat final besar dan semuanya berakhir dengan kekalahan."
Marotta menegaskan bahwa impian terbesarnya saat ini adalah mengakhiri kutukan di partai puncak tersebut. Jika trofi "Si Kuping Besar" akhirnya berhasil diraih, ia merasa tugasnya di dunia sepak bola sudah selesai.
Inter Milan sendiri baru saja menutup musim 2025-2026 dengan torehan gemilang sebagai juara Serie A dan Coppa Italia. Fokus armada Simone Inzaghi kini mulai beralih untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga Champions musim depan.