Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri upacara pemakaman militer mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, pada Senin besok. Prosesi pemakaman tersebut rencananya bakal dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, menyampaikan kepastian kehadiran Presiden setelah melayat ke rumah duka di Cikeas, Bogor. Menurutnya, Prabowo memiliki kedekatan khusus karena keduanya berasal dari angkatan yang sama saat bertugas di militer.
Penghormatan untuk Prajurit Sejati
Dudung Abdurachman mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya sosok yang ia nilai sebagai prajurit profesional dan pantang menyerah. Ryamizard dikenal sebagai tokoh yang memelopori kembalinya peran TNI ke barak demi menjaga profesionalisme organisasi.
Bagi Dudung, almarhum adalah teladan nyata dari seorang prajurit pejuang yang selalu fokus mengembangkan kualitas bidang militer. Kepergian Ryamizard meninggalkan lubang besar bagi dunia pertahanan Indonesia dan rekan sejawat yang mengenalnya.
Berikut adalah beberapa fakta penting terkait prosesi dan kenangan terhadap almarhum:
- Lokasi Pemakaman: Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
- Waktu Pelaksanaan: Senin, 1 Juni 2026.
- Kehadiran Tokoh: Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan hadir sebagai bentuk penghormatan terakhir.
- Warisan Karier: Dikenal sebagai sosok yang menekankan profesionalisme TNI dan pendekatan manusiawi dalam konflik.
Daftar di atas merangkum poin-poin utama mengenai rencana pemakaman serta rekam jejak singkat almarhum Ryamizard Ryacudu selama masa baktinya.
Kenangan Kedekatan di Medan Tugas
Dudung juga menceritakan pengalaman pribadinya saat bertugas di bawah arahan Ryamizard ketika almarhum menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Saat itu, Dudung yang menjabat Komandan Batalyon di Aceh mendapatkan instruksi yang sangat membekas.
Ryamizard selalu menekankan bahwa masyarakat di wilayah konflik bukanlah musuh, sehingga pendekatan yang dilakukan haruslah manusiawi. Pesan untuk mengutamakan kemanusiaan dan menghindari pertumpahan darah menjadi prinsip yang terus dipegang teguh oleh Dudung.
Hubungan keduanya tetap terjaga erat bahkan hingga masa-masa terakhir Ryamizard sebelum wafat. Dudung mengaku sering menjenguk almarhum di rumah sakit maupun di kediamannya selama masa perawatan sakitnya.