Prabowo Ingatkan Jangan Kagum Bangsa Kaya Hasil Rampasan, Ini Pesan Terbarunya!

Prabowo Ingatkan Jangan Kagum Bangsa Kaya Hasil Rampasan, Ini Pesan Terbarunya!
Foto: Prabowo Ingatkan Jangan Kagum Bangsa Kaya Hasil Rampasan, Ini Pesan Terbarunya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan mendalam kepada masyarakat agar tidak berlebihan dalam mengagumi negara-negara yang meraih kekayaannya melalui eksploitasi bangsa lain. Pernyataan tegas ini disampaikan saat beliau memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

Dalam Rapat Paripurna Ke-19 masa persidangan 2025-2026 tersebut, Prabowo menekankan pentingnya menjaga harga diri bangsa. Beliau mengingatkan agar Indonesia tidak merasa rendah diri di hadapan negara asing yang sering kali tidak mempraktikkan apa yang mereka ajarkan.

Pentingnya Memetik Pelajaran dari Sejarah

Prabowo mengklarifikasi bahwa pernyataannya bukan bertujuan untuk memicu kebencian terhadap bangsa lain. Sebaliknya, ia mendorong masyarakat untuk tetap terbuka dalam belajar dari kemajuan negara manapun sambil tetap kritis terhadap konteks sejarahnya.

Beliau menekankan bahwa kegagalan dalam memahami masa lalu hanya akan menjerumuskan sebuah bangsa ke dalam kesalahan yang sama. Prabowo mengutip sebuah adagium tentang pentingnya belajar dari sejarah agar tidak dihukum oleh pengulangan masa kelam di masa depan.

Berikut adalah beberapa poin utama yang ditekankan Presiden Prabowo dalam pidatonya :

  • Jangan terlalu kagum pada kemakmuran bangsa yang berasal dari perampasan kekayaan pihak lain.
  • Hindari rasa rendah diri terhadap ajaran bangsa luar yang terkadang bersifat hipokrit.
  • Wajib mempelajari sejarah agar pengalaman pahit masa lalu tidak terulang kembali.
  • Menjaga persatuan pemimpin nasional agar kekayaan sumber daya alam tidak terus dikuras oleh kekuatan asing.

Poin-poin di atas mencerminkan visi Prabowo dalam memperkuat kedaulatan ekonomi dan mentalitas bangsa Indonesia di kancah internasional. Fokus utamanya adalah membangun kepercayaan diri nasional berbasis pemahaman sejarah yang kuat.

Sorotan Terhadap Sejarah Kolonialisme Belanda

Presiden Prabowo secara spesifik menyinggung sejarah kolonialisme Belanda yang berlangsung selama berabad-abad di Nusantara. Beliau memaparkan fakta mengenai lonjakan Produk Domestik Bruto (PDB) Belanda yang pernah menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Kekayaan luar biasa negara yang luas wilayahnya relatif kecil tersebut dikaitkan langsung dengan penguasaan mereka atas sumber daya di Indonesia. Menurut Prabowo, Belanda mampu mendominasi ekonomi global antara tahun 1500-an hingga 1800-an berkat eksploitasi wilayah Nusantara.

Ringkasan agenda utama dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dihadiri Presiden :

Agenda Utama Detail Pembahasan
KEM-PPKF Penyampaian kebijakan ekonomi makro untuk RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Prolegnas 2026 Evaluasi dan pengambilan keputusan atas perubahan RUU Prioritas.
RUU Kepolisian Pendapat fraksi mengenai perubahan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.

Tabel tersebut merangkum tiga isu krusial yang dibahas bersama pemerintah dalam pertemuan formal di kompleks parlemen. Selain isu sejarah dan mentalitas bangsa, rapat ini menjadi landasan bagi perencanaan anggaran negara di masa mendatang.

Prabowo menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa para pendiri bangsa sudah memahami risiko jika pemimpin Indonesia terpecah belah. Persatuan dianggap sebagai kunci utama untuk memastikan kekayaan bumi Indonesia tetap dinikmati oleh rakyatnya sendiri.

Artikel terkait

Rekomendasi