Populer di 2026, Ternyata Ini Alasan Utama AI Banyak Dipakai Orang Indonesia

Populer di 2026, Ternyata Ini Alasan Utama AI Banyak Dipakai Orang Indonesia
Foto: Populer di 2026, Ternyata Ini Alasan Utama AI Banyak Dipakai Orang Indonesia. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Teknologi ini digunakan secara luas untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari urusan pekerjaan hingga sekadar mengisi waktu luang.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis data terbaru mengenai perilaku pengguna internet tanah air melalui survei tahunan edisi 2026. Riset ini memberikan gambaran jelas mengenai tujuan utama masyarakat dalam mengadopsi teknologi pintar tersebut.

Profil Pengguna dan Metodologi Survei

Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 ini dilaksanakan mulai 1 Februari hingga 15 Maret 2026. Peneliti melibatkan sebanyak 8.700 responden warga negara Indonesia yang berusia minimal 13 tahun ke atas.

Data dikumpulkan melalui metode wawancara tatap muka di 38 provinsi dengan tingkat kesalahan atau Margin of Error sekitar 1,1 persen. Hasilnya menunjukkan bahwa adopsi AI sangat bervariasi jika dilihat dari latar belakang usia penggunanya.

Generasi Z tercatat sebagai kelompok yang paling dominan dalam memanfaatkan teknologi AI dibandingkan generasi lainnya. Berikut adalah rincian persentase pengguna AI berdasarkan kategori usia dalam survei tersebut:

  • Generasi Z (Usia 13-28 tahun): 29,4%
  • Millennial (Usia 29-44 tahun): 16,7%
  • Generasi X (Usia 45-60 tahun): 7,5%
  • Baby Boomers (Usia 61-79 tahun): 0,8%

Angka di atas mencerminkan bahwa semakin muda usia pengguna internet, maka kecenderungan mereka untuk mencoba dan menggunakan AI semakin tinggi. Namun, tren penggunaan ini juga mulai merambah ke kelompok usia yang lebih senior meski dalam skala kecil.

Tujuan Utama Penggunaan AI di Indonesia

Berdasarkan temuan APJII, masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak menggunakan AI untuk tujuan rekreasi ketimbang urusan akademik atau pekerjaan profesional. Hal ini terlihat dari tingginya angka pembuatan konten visual seperti video dan gambar generatif.

Berikut adalah klasifikasi tujuan penggunaan AI oleh masyarakat Indonesia :

Kategori Penggunaan AI Persentase
Hiburan (Video atau Gambar Generatif) 36,5%
Edukasi dan Riset (Chatbot, Ringkasan, Akademik) 30,2%
Pekerjaan dan Produktivitas (Penulisan, Analisis Data) 26,9%
Asisten Digital Suara (Siri, Google Assistant, dll) 6,4%

Data tersebut menunjukkan bahwa konten kreatif berbasis AI menjadi daya tarik utama bagi pengguna di Indonesia saat ini. Selain itu, fungsi pencarian informasi dan pengolahan data akademik menempati urutan kedua yang paling diminati.

Tren Hiburan Berdasarkan Generasi

Jika dibedah lebih dalam per kategori umur, penggunaan AI untuk sektor hiburan menunjukkan tren yang menarik di setiap lintas generasi. Generasi Z tetap memimpin dalam pembuatan konten kreatif visual dengan angka mencapai 44,4 persen.

Sementara itu, kelompok Millennial mencatatkan angka 34,2 persen dan disusul oleh Generasi X dengan persentase 33,3 persen. Menariknya, seluruh responden dari kalangan Baby Boomers yang menggunakan AI mengaku hanya memanfaatkannya untuk keperluan hiburan.

Fenomena ini menegaskan bahwa AI telah bertransformasi menjadi alat praktis yang membantu masyarakat mengekspresikan diri secara kreatif. Kemudahan akses terhadap platform AI generatif membuat siapa saja bisa menghasilkan karya visual dengan waktu singkat.

Artikel terkait

Rekomendasi