Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memberikan pernyataan terbaru mengenai insiden mati listrik total atau blackout yang melanda seluruh wilayah Sumatra pada pekan lalu. Pihak kepolisian menilai bahwa gangguan massal tersebut kemungkinan besar bukan disebabkan oleh tindakan sabotase maupun tindak pidana lainnya.
Walaupun indikasi awal menunjukkan tidak adanya unsur kriminal, Korps Bhayangkara masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Laboratorium Forensik (Labfor). Hal ini diperlukan untuk memastikan secara ilmiah penyebab utama di balik lumpuhnya aliran listrik di pulau tersebut.
Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab blackout adalah murni faktor alam. Penjelasan tersebut disampaikan beliau kepada awak media pada Senin, 25 Mei 2026, guna meredam spekulasi yang beredar di masyarakat.
"Besar kemungkinan ini bukan sabotase. Kami hanya perlu menunggu kepastian dari Kepala Pusat Laboratorium Forensik bahwa kejadian ini dipicu oleh faktor alam," ujar Nunung menjelaskan posisi kepolisian saat ini.
Langkah Investigasi Lapangan
Setelah insiden blackout terjadi, Polri langsung bergerak cepat dengan menerjunkan tim gabungan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim ini terdiri dari personel Direktorat Tindak Pidana Umum, Direktorat Tindak Pidana Tertentu, serta ahli dari Pusat Laboratorium Forensik.
Pemeriksaan intensif dilakukan di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi, yang menjadi titik fokus penyelidikan. Lokasi ini diperiksa setelah muncul laporan mengenai adanya kerusakan teknis pada infrastruktur kelistrikan di sana.
Berdasarkan laporan awal yang diterima pihak berwenang, salah satu kabel transmisi pada menara Sutet di wilayah Jambi tersebut ditemukan dalam kondisi terputus. Temuan inilah yang diduga kuat menjadi pemicu gangguan sistem kelistrikan yang berdampak luas.
Pihak kepolisian juga telah melakukan serangkaian prosedur penyelidikan berikut untuk memperdalam informasi di lapangan:
- Melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata, terutama warga yang bermukim di area sekitar menara transmisi tersebut.
- Menghimpun keterangan mengenai situasi lingkungan sesaat sebelum jaringan listrik padam total.
- Melaksanakan rapat koordinasi gabungan bersama pihak manajemen PT PLN (Persero).
- Mengumpulkan data teknis terkait kerusakan pada kabel, jaringan, maupun konduktor yang terputus di lokasi kejadian.
Upaya pengumpulan informasi ini dilakukan secara mendetail untuk menyusun kronologi yang akurat dari sudut pandang teknis dan keamanan. Polisi ingin memastikan bahwa setiap data yang terkumpul sejalan dengan temuan di lapangan sebelum mengeluarkan kesimpulan final.
Kesaksian Warga dan Koordinasi dengan PLN
Dalam proses pemeriksaan saksi, muncul fakta menarik dari penuturan warga yang tinggal di dekat menara transmisi. Beberapa warga mengaku sempat mendengar suara dentuman yang cukup keras sesaat sebelum listrik di wilayah mereka padam.
Keterangan saksi mengenai suara dentuman tersebut menjadi salah satu poin penting yang tengah didalami oleh tim Labfor Polri. Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah suara tersebut bersumber dari kegagalan teknis akibat faktor cuaca atau hal lainnya.
Irjen Nunung Syaifuddin juga menegaskan bahwa Polri terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak PLN selama proses investigasi berlangsung. Sinergi ini bertujuan untuk memetakan seluruh informasi terkait putusnya jaringan konduktor yang memicu pemadaman massal.
Berikut adalah rangkuman mengenai perkembangan situasi terkini terkait dampak dan penanganan pasca blackout di Sumatra:
| Aspek Informasi | Status / Detail Perkembangan |
|---|---|
| Status Hukum | Belum ditemukan indikasi tindak pidana atau sabotase. |
| Penyebab Diduga | Faktor alam yang menyebabkan kabel transmisi terputus di Jambi. |
| Pemulihan Jaringan | Wamen ESDM menyatakan listrik sudah kembali normal 100%. |
| Jumlah Terdampak | Sempat mencapai 4,8 juta pelanggan PLN di seluruh Sumatra. |
| Langkah Lanjutan | Menunggu hasil akhir dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). |
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun gangguan sempat melumpuhkan aktivitas jutaan pelanggan, proses pemulihan telah mencapai tahap maksimal. Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga terus memantau stabilitas jaringan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hingga saat ini, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hasil akhir dari Labfor akan segera dipublikasikan begitu seluruh pengujian teknis selesai dilakukan.
Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat vitalnya stabilitas pasokan energi bagi roda perekonomian di wilayah Sumatra. PLN sendiri telah berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur transmisi mereka guna menghindari gangguan pada masa mendatang.