Aparat Kepolisian Sektor Pasar Kemis mulai mendalami kasus viral terkait aksi seorang warga yang diduga menyiramkan air kepada tetangganya saat hendak melaksanakan salat. Insiden ini terjadi di kawasan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Pihak kepolisian telah memanggil pihak terlapor untuk dimintai klarifikasi mengenai kronologi kejadian penyiraman tersebut. Selain itu, polisi juga mendalami laporan terkait dugaan kekerasan yang diklaim dialami oleh warga berinisial A.
Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi, menyampaikan bahwa proses klarifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan dari kedua belah pihak. Polisi ingin memastikan kebenaran atas dugaan penganiayaan yang dilaporkan terjadi setelah aksi penyiraman tersebut.
Kronologi Dugaan Kekerasan di Pos RT
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, insiden ini bermula pada Sabtu malam, 30 Mei 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, pria berinisial A bersama istrinya baru saja tiba di kediaman mereka setelah bepergian.
Sebelum sampai di rumah, A sempat memantau kamera CCTV melalui ponselnya. Ia melihat ada sejumlah orang yang berkumpul di pos RT yang lokasinya berada tidak jauh dari rumahnya.
Setibanya di depan rumah, beberapa orang menghampiri A dan memintanya untuk ikut ke pos RT guna memberikan penjelasan. A sempat menolak ajakan tersebut karena merasa saat itu tidak ada perangkat lingkungan resmi yang mendampingi.
Namun, A mengklaim bahwa dirinya dipaksa dengan cara ditarik pada bagian leher menuju pos RT. Di sana, ia mengaku diinterogasi terkait tuduhan bahwa istrinya sering menyiramkan air ke jalan.
Situasi di pos RT dilaporkan sempat memanas dan memicu perdebatan mulut yang sengit. A kemudian mencoba mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel miliknya sebagai bukti.
Upaya A merekam kejadian justru memicu reaksi keras dari salah satu warga yang meminta aksi tersebut dihentikan. A mengaku mendapatkan pukulan di bagian pelipis mata kiri hingga ponselnya terjatuh ke lantai.
Rincian peristiwa berdasarkan keterangan pelapor :
- Waktu Kejadian: Sabtu, 30 Mei 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.
- Lokasi: Pos RT di wilayah Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang.
- Dugaan Tindakan: Penarikan paksa di bagian leher dan pemukulan pada area pelipis mata kiri.
- Pemicu Konflik: Protes warga atas aksi penyiraman air ke jalan yang dianggap mengganggu jemaah salat.
Pasca kejadian di pos RT tersebut, A memutuskan untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Pasar Kemis. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam guna menentukan langkah hukum selanjutnya.
Klarifikasi Soal Air yang Disiramkan
Terkait aksi penyiraman yang viral, AKP Humaedi menjelaskan bahwa sebenarnya sudah dilakukan upaya mediasi beberapa kali. Namun, video rekaman CCTV penyiraman itu justru tersebar luas setelah laporan kekerasan masuk ke kepolisian.
Kepada penyidik, A dan istrinya memberikan pembelaan mengenai jenis air yang mereka siramkan ke jalanan depan rumah. Mereka mengklaim bahwa cairan tersebut bukanlah air limbah yang menjijikkan seperti yang dituduhkan di media sosial.
A menyebutkan bahwa air tersebut merupakan sisa air sabun yang digunakan untuk membersihkan lantai rumah mereka. Alasan penyiraman itu dilakukan murni untuk meminimalisir debu jalanan agar tidak masuk ke dalam hunian mereka.
Perbandingan informasi antara video viral dan keterangan pemilik rumah :
| Klaim dalam Video Viral | Klarifikasi Pemilik Rumah (A) |
|---|---|
| Air bekas mandi atau kotoran anjing | Air sabun bekas mengepel lantai rumah |
| Sengaja menyasar warga yang mau ke masjid | Tujuan untuk menyiram debu di depan rumah |
| Dilakukan dengan sengaja untuk menghina | Kegiatan rutin membersihkan lingkungan rumah |
Informasi dalam tabel tersebut menunjukkan adanya perbedaan persepsi yang signifikan antara warga sekitar dengan pihak pemilik rumah. Polisi akan terus mengumpulkan bukti pendukung untuk memastikan motif sebenarnya di balik aksi tersebut.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan pemilik rumah menyiram air tepat saat jam salat Magrib. Dalam video tersebut, tampak seorang warga yang baru pulang salat terkena siraman dan justru dimaki saat mencoba menegur.
Hingga saat ini, Polsek Pasar Kemis masih terus memproses penyelidikan kasus ini secara objektif. Polisi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh potongan video yang beredar sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.