Malaysia telah memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar hingga Juli mendatang. Ini dilakukan dengan akses ke Selat Hormuz yang tetap terbuka. Informasi ini disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Kapal-kapal Malaysia, termasuk yang mengangkut minyak, menjadi di antara pihak pertama yang melintasi jalur laut penting tersebut. Hal ini memastikan pasokan bahan bakar ke negara itu tetap terjaga. Berdasarkan laporan Malay Mail pada hari Selasa, Anwar menegaskan pentingnya jalur ini dalam pidato terpisah.
Sementara itu, kapal-kapal Malaysia telah berhasil tiba di kilang-kilang di Pengerang, Johor, setelah melintasi Selat Hormuz pada awal konflik dengan Iran. Harga minyak mengalami pemulihan pada Selasa imbas dari aktivitas militer AS di Iran. Hal ini berpotensi menghalangi tercapainya kesepakatan antara Teheran dan Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga:
- Menghadapi Musim Panas Ekstrem di Asia, Risiko Kenaikan Harga Gas
- Guinea Mempertimbangkan Pembatasan Ekspor Bauksit, Dampaknya ke Aluminium China
- Harga Batu Bara Kokas di China Terus Meningkat Setelah Kecelakaan Tambang
Artikel terkait lainnya mencakup:
- AS dan Israel Serang Kapal Iran di Hormuz, Korban Jiwa Terjadi
- Ekspor LNG Qatar diam-diam ke Pelanggan Utama Lewat Hormuz
- Dengan Rupiah Melemah, Harga BBM Nonsubsidi Rawan Naik Rp2.000 pada Juni
- Tanker LNG Pertama Kali Menuju India Keluar dari Selat Hormuz
- Kapal Tanker Adnoc Diam-diam membawa Migas Lewat Selat Hormuz
- Menlu AS: Proposal Damai Hormuz Sudah Siap, Menunggu Respons Iran
Kunjungi bagian lain:
- Airlangga Klaim Work From Home Pangkas Konsumsi Pertalite hingga 9%
- Danantara Masih Mengkaji Produk Turunan Nikel untuk Ekspor
- Keputusan Sanksi Eksportir, Diserahkan ke Regulator oleh Danantara
- Bersiap Menghadapi Lonjakan Harga Gas Akibat Musim Panas Ekstrem Asia
- Tidak Hanya 10, Pemeriksaan ke Eksportir CPO Kecil Diperluas oleh Purbaya
Untuk berita utama, lihatlah:
- Airlangga Klaim Work From Home Pangkas Konsumsi Pertalite hingga 9%
- IHSG Turun Lebih dari 1%, Jadi yang Terlemah di Bursa Asia Hari Ini
- Sanksi Eksportir, Keputusan Diserahkan ke Regulator oleh Danantara
Bagikan pengalaman dan pendapat Anda, serta dapatkan berita terbaru hanya di platform terpercaya kami.