Persiapan matang terus dilakukan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026. Ketiga negara ini sepakat untuk memperketat protokol kesehatan perjalanan bagi para pengunjung dari wilayah tertentu di Afrika.
Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi penyebaran virus Ebola yang tengah menjadi perhatian global. Fokus utama dari kebijakan ini adalah memantau pelaku perjalanan yang datang dari zona dengan risiko penularan tinggi.
Pemerintah ketiga negara menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga lokal maupun wisatawan internasional merupakan hal yang paling krusial. Pernyataan bersama ini dirilis demi menjamin kelancaran turnamen sepak bola bergengsi yang akan dimulai bulan depan.
Kesehatan dan keselamatan publik menjadi prioritas tertinggi saat kawasan Amerika Utara bersiap menyambut kedatangan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia. Hal ini sejalan dengan pernyataan resmi yang dikutip dari Al Jazeera pada akhir Mei 2026.
Status Darurat Global dari WHO
Kebijakan ketat ini merupakan respon langsung atas pengumuman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada pertengahan Mei lalu, WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai status darurat kesehatan global.
WHO juga memberikan peringatan mengenai potensi besar penyebaran virus ini ke negara-negara tetangga dan wilayah lain. Oleh karena itu, tindakan pencegahan di pintu masuk negara menjadi sangat penting untuk memitigasi risiko.
Detail Aturan Perjalanan di Masing-Masing Negara
Setiap negara tuan rumah memiliki kebijakan spesifik yang saling melengkapi satu sama lain. Berikut adalah rincian langkah yang diterapkan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk menangani ancaman Ebola.
Daftar protokol kesehatan yang berlaku di negara tuan rumah:
- Amerika Serikat: Melarang masuk warga negara asing yang memiliki riwayat perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan dalam waktu dekat.
- Amerika Serikat (CDC): Memperluas aturan bagi pemegang kartu hijau (green card) yang sempat mengunjungi ketiga negara tersebut dalam 21 hari terakhir.
- Kanada: Memberlakukan larangan masuk selama 90 hari bagi warga dari tiga negara terdampak yang mulai berlaku sejak Rabu lalu.
- Kanada (Karantina): Mewajibkan karantina selama 21 hari bagi warga negara dan penduduk tetap yang baru kembali dari wilayah terinfeksi, meskipun tidak bergejala.
- Meksiko: Memperketat pengawasan medis dan pemeriksaan fisik secara intensif bagi penumpang di bandara internasional.
- Meksiko (Himbauan): Meminta masyarakat menunda perjalanan ke Kongo dan mengimbau pendatang dari sana untuk melakukan isolasi mandiri selama 21 hari.
Penerapan aturan ini bertujuan untuk menyaring potensi pembawa virus sebelum memasuki kerumunan besar di stadion. Koordinasi antar otoritas kesehatan ketiga negara dipastikan akan terus berlangsung selama ajang Piala Dunia berjalan.
Ringkasan perbandingan kebijakan pencegahan Ebola:
| Negara | Jenis Tindakan | Durasi Pemantauan/Larangan |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | Larangan masuk WNA dan pemantauan pemilik Green Card | 21 Hari (Riwayat perjalanan) |
| Kanada | Larangan masuk WNA dan karantina wajib penduduk | 90 Hari (Larangan) / 21 Hari (Karantina) |
| Meksiko | Pengetatan bandara dan isolasi mandiri sukarela | 21 Hari (Isolasi mandiri) |
Tabel di atas menunjukkan keseriusan tiap negara dalam memproteksi wilayahnya dari ancaman wabah selama turnamen. Meskipun kebijakan berbeda-beda, tujuannya tetap sama yaitu menciptakan lingkungan yang aman bagi para penggemar sepak bola.
Menteri Kesehatan Meksiko, David Kershenovich, secara khusus meminta kerja sama masyarakat untuk memahami urgensi dari aturan ini. Ia menekankan bahwa langkah ini murni untuk kepentingan kesehatan publik internasional di tengah euforia Piala Dunia.