Manajemen Persis Solo bergerak cepat untuk menyusun kekuatan baru setelah secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala mereka, Milomir Seslija. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan serius Laskar Sambernyawa dalam menyongsong kompetisi musim 2026/2027.
Proses penjajakan dan komunikasi intensif kini tengah dilakukan oleh pihak manajemen demi mendapatkan sosok nakhoda yang tepat. Target utamanya adalah menunjuk pelatih berkualitas yang mampu membawa tim mencapai performa terbaiknya di kasta kedua sepak bola Indonesia.
Resmi Berpisah dengan Milomir Seslija
Kabar mengenai berakhirnya masa bakti Milomir Seslija di Persis Solo diumumkan secara terbuka pada Minggu (7/6/2026). Selain pelatih yang akrab disapa Coach Milo tersebut, tim asal Solo ini juga memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengan asisten pelatih, Milos Durovic.
Keputusan besar ini diambil seiring dengan berakhirnya kontrak mereka bersama tim. Pihak manajemen merasa perlu melakukan penyegaran di kursi kepelatihan agar sejalan dengan regulasi dan tantangan baru yang akan dihadapi klub ke depan.
Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, memaparkan alasan di balik keputusan manajemen tersebut kepada awak media pada Senin (8/6/2026). Ia menyebutkan bahwa faktor regulasi kompetisi kasta kedua menjadi salah satu pertimbangan utama yang mendasari langkah ini.
Faktor penyebab penghentian kerja sama tim pelatih :
- Masa kontrak kerja yang memang sudah resmi berakhir.
- Adanya aturan mengenai larangan penggunaan jasa pelatih asing di kasta kedua.
- Kebutuhan klub untuk menyesuaikan diri dengan regulasi kompetisi Championship yang mengedepankan pelatih lokal.
- Evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan teknis tim untuk musim mendatang.
Melalui penjelasan tersebut, Ginda menegaskan bahwa manajemen ingin memastikan klub mematuhi aturan yang berlaku. Berdasarkan pengalaman musim sebelumnya, tim-tim di Championship hanya diperbolehkan menggunakan pelatih dalam negeri.
Ginda juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Coach Milo dan asistennya selama ini. Ia mengakui bahwa kerja sama yang telah terjalin memberikan warna tersendiri bagi perjalanan Persis Solo di BRI Super League musim lalu.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Coach Milo dan asistennya, Milos, atas seluruh dedikasi mereka selama berada di sini. Sayangnya, untuk mengarungi kompetisi musim depan, kami tidak bisa melanjutkan kerja sama tersebut,” tutur Ginda.
Ia kembali menekankan bahwa perpisahan ini adalah konsekuensi logis dari status kompetisi yang akan diikuti Persis Solo. “Selain karena kontrak yang selesai, regulasi di kasta kedua melarang penggunaan pelatih asing, jadi kerja sama ini harus diakhiri,” tambahnya.
Perburuan Pelatih dan Pemain Baru
Setelah kursi pelatih kosong, manajemen Laskar Sambernyawa tidak membuang waktu untuk segera mencari pengganti yang kompeten. Saat ini, beberapa nama mulai masuk ke dalam radar manajemen dan pembicaraan awal sudah dilakukan secara tertutup.
Ginda mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan beberapa kandidat pelatih potensial. Tidak hanya untuk posisi pelatih kepala, manajemen juga sedang menjaring asisten pelatih dan pemain-pemain baru yang dinilai cocok dengan skema tim.
“Kami memang sudah mulai membangun komunikasi dan bertemu dengan sejumlah calon pelatih anyar. Proses ini juga mencakup pencarian asisten pelatih hingga pemain-pemain baru yang kami incar,” kata mantan anggota DPRD Kota Surakarta tersebut.
Meskipun proses seleksi terus berjalan, Ginda masih enggan membeberkan siapa saja sosok yang sedang didekati oleh manajemen. Ia meminta publik dan suporter bersabar hingga proses kesepakatan mencapai tahap final yang pasti.
“Untuk saat ini, informasi yang bisa kami sampaikan secara resmi baru terkait status Milo dan Milos. Kami berjanji akan mengumumkan nama-nama baru jika semuanya sudah mengerucut dan mencapai kesepakatan final,” jelasnya lebih lanjut.
Pihak manajemen juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi bersama sesuai dengan janji mereka kepada para pendukung setia. Transparansi dalam proses pemilihan elemen tim menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan antara klub dan suporter.
Misi Besar Kembali ke Kasta Tertinggi
Persis Solo mengusung misi besar untuk segera kembali bersaing di kompetisi tertinggi, yakni BRI Super League. Untuk itu, manajemen berencana merangkul seluruh stakeholder, termasuk basis suporter yang besar, guna memberikan masukan berharga.
Ginda menyatakan bahwa dukungan dan ide-ide dari suporter sangat dibutuhkan agar Persis memiliki fondasi yang kuat di kompetisi mendatang. Kerja sama yang solid antara manajemen dan pendukung diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
“Kami ingin melibatkan suporter dalam memberikan masukan mengenai apa yang terbaik untuk klub di musim depan. Tujuannya hanya satu, yakni membawa Persis Solo promosi kembali ke Liga 1 dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Ginda.
Estimasi jadwal kompetisi musim 2026/2027 :
| Jenis Kompetisi | Tanggal Kick-off |
|---|---|
| Super League (Kasta Tertinggi) | 4 September 2026 |
| Championship (Kasta Kedua) | 18 September 2026 |
Jadwal di atas merujuk pada pengumuman resmi yang telah dikeluarkan oleh pihak operator kompetisi, I.League. Dengan waktu yang tersisa sekitar tiga bulan, Persis Solo harus segera merampungkan susunan tim pelatih dan pemain agar persiapan pramusim bisa berjalan maksimal.
Fokus utama saat ini adalah memastikan transisi tim berjalan mulus dari era Milomir Seslija ke nakhoda baru. Dengan manajemen yang bergerak cepat, diharapkan Laskar Sambernyawa dapat tampil dominan di Championship dan mengamankan satu tiket promosi di akhir musim.
Seiring dengan kabar dari Persis Solo, dinamika sepak bola nasional juga diwarnai oleh berbagai isu transfer dan perubahan di klub lain. Mulai dari pergerakan Persija Jakarta di bawah arahan baru hingga persiapan tim nasional, atmosfer sepak bola Indonesia diprediksi akan semakin memanas menjelang bergulirnya musim baru.