Pelatih utama Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan perasaan campur aduk setelah mengakhiri kompetisi Super League musim 2025/2026. Meski berhasil membawa tim berjuluk Green Force tersebut finis di posisi empat besar, Tavares mengaku sempat merasakan kekecewaan mendalam akibat beberapa hasil minor.
Pernyataan ini disampaikan sang arsitek lapangan hijau usai laga terakhir yang berakhir gemilang bagi timnya. Persebaya sukses melumat Persik Kediri dengan skor telak lima gol tanpa balas di hadapan publik sendiri.
Dominasi Green Force di Stadion Gelora Bung Tomo
Kemenangan besar yang diraih pada Sabtu (23/5/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut menjadi penutup musim yang sangat manis. Ribuan suporter setia, Bonek dan Bonita, menjadi saksi bagaimana efektifnya permainan tim kebanggaan warga Surabaya tersebut.
Secara statistik, Persebaya Surabaya tampil begitu dominan dengan melepaskan sebanyak 16 tembakan ke arah gawang lawan. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 10 tendangan yang tepat sasaran meski penguasaan bola tim hanya berada di angka 48 persen.
Kemenangan telak atas Macan Putih ini juga memperpanjang catatan impresif pertahanan Green Force di akhir kompetisi. Tim asuhan Bernardo Tavares berhasil mencatatkan rekor enam pertandingan berturut-turut tanpa kebobolan sama sekali alias clean sheet.
Pencapaian luar biasa di lini belakang ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam pengorganisasian permainan tim. Persebaya terlihat jauh lebih solid dan disiplin dalam mengantisipasi setiap serangan yang datang dari tim lawan.
Penyebab Rasa Frustrasi Bernardo Tavares
Walaupun mengakhiri musim di papan atas klasemen, Bernardo Tavares tidak bisa menutupi rasa sesalnya terhadap beberapa kekalahan. Baginya, Persebaya memiliki potensi untuk meraih poin lebih banyak jika melihat kualitas pemain yang ada.
Terdapat lima kekalahan yang dialami oleh Green Force sepanjang musim ini yang menjadi sorotan utama sang pelatih. Hal ini dianggap sebagai batu sandungan yang menghambat tim untuk bersaing lebih ketat di jalur perebutan gelar juara.
Beberapa faktor yang mendasari kekecewaan sang pelatih antara lain adalah:
- Ketidakpuasan terhadap hasil lima kekalahan yang dialami sepanjang musim kompetisi Super League 2025/2026.
- Keyakinan sang pelatih bahwa skuad Persebaya sebenarnya memiliki kemampuan teknis yang jauh lebih tinggi.
- Adanya sejumlah pertandingan yang berakhir dengan hasil mengecewakan meski tim bermain cukup baik.
- Ambisi besar untuk membawa Persebaya Surabaya berada di posisi yang lebih tinggi dari sekadar empat besar.
Daftar di atas merangkum alasan mengapa pelatih asal Portugal tersebut merasa belum sepenuhnya puas dengan pencapaian musim ini. Ia percaya bahwa setiap poin yang hilang sangat berharga dalam persaingan menuju tangga juara.
Rencana Evaluasi Menuju Musim Baru
Bernardo Tavares menegaskan bahwa sepak bola selalu memberikan pelajaran berharga bagi setiap pelatih maupun pemain. Kekalahan merupakan bagian dari proses yang harus diterima namun tetap harus dievaluasi secara mendalam.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa frustrasi karena percaya penuh pada kemampuan anak asuhnya yang seharusnya bisa tampil lebih hebat. "Ada beberapa laga yang sulit saya terima karena saya yakin tim ini bisa bermain jauh lebih baik," jelasnya.
Tavares tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas bertanding yang ditunjukkan pemainnya, terutama pada laga penutup musim. Menurutnya, sikap pantang menyerah menjadi kunci utama kemenangan telak atas Persik Kediri di pekan terakhir tersebut.
Manajemen dan tim pelatih kini mulai mengalihkan fokus untuk melakukan evaluasi total guna menyambut musim depan. Tujuannya sangat jelas, yakni memperbaiki kekurangan musim ini demi mengejar ambisi meraih gelar juara yang sangat dinantikan.
Ringkasan performa dan target masa depan Persebaya Surabaya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
| Kategori Performa | Capaian Musim 2025/2026 | Target Musim Mendatang |
|---|---|---|
| Peringkat Akhir | Posisi Empat Besar | Juara Super League |
| Jumlah Kekalahan | 5 Pertandingan | Minimalisasi Kekalahan |
| Catatan Pertahanan | 6 Laga Tanpa Kebobolan | Konsistensi Lini Belakang |
| Efektivitas Serangan | 10 Shot on Target (Laga Terakhir) | Peningkatan Konversi Gol |
Tabel di atas menggambarkan perbandingan antara hasil yang dicapai saat ini dengan target yang ingin diraih pada musim selanjutnya. Fokus utama manajemen adalah menjaga konsistensi pertahanan sambil meningkatkan daya gedor di lini depan.
Harapan Besar dari Pendukung Setia
Kemenangan di laga pamungkas setidaknya memberikan suntikan semangat dan harapan baru bagi seluruh elemen tim. Getaran dukungan dari tribun Stadion Gelora Bung Tomo seolah membakar ambisi tim untuk tampil lebih kuat lagi.
Bernardo Tavares sendiri sudah memberikan sinyal bahwa dirinya tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di posisi empat besar. Pergerakan transfer dan perombakan komposisi pemain diprediksi akan menjadi agenda penting dalam waktu dekat.
Para suporter kini menanti langkah konkret dari manajemen dalam mendatangkan tenaga baru yang berkualitas. Persaingan di musim depan diprediksi akan semakin ketat dengan klub-klub lain yang juga melakukan pembenahan besar-besaran.
Dengan evaluasi yang tepat dan persiapan matang, Persebaya Surabaya berpeluang besar menjadi kandidat kuat juara. Semangat "Wani" yang menjadi identitas tim diharapkan tetap berkobar sepanjang musim kompetisi yang akan datang.