Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia dinilai tetap kokoh berkat akar budaya dan tradisi yang serupa. Meski terkadang muncul dinamika tertentu, ikatan emosional kedua negara serumpun ini sulit dipisahkan.
Direktur Senior Divisi Iklan dan Digital Tourism Malaysia, Akbal Setia, menegaskan bahwa nilai persahabatan kedua negara sangat tinggi. Menurutnya, status sebagai negara jiran membuat masyarakatnya memiliki koneksi yang telah terjalin sangat lama.
Beberapa faktor utama yang memperkuat kedekatan hubungan Indonesia dan Malaysia meliputi:
- Akar budaya yang berasal dari nenek moyang yang sama, terutama di wilayah pesisir.
- Kesamaan selera kuliner dan bumbu masakan yang digunakan sehari-hari.
- Adanya komunitas besar keturunan suku-suku di Indonesia yang menetap di Malaysia.
- Kolaborasi ekonomi dan ekspansi bisnis kuliner antarnegara yang semakin masif.
Faktor-faktor di atas membuktikan bahwa meskipun secara politik memiliki batas wilayah, secara sosial dan budaya kedua bangsa tetap saling terhubung.
Jejak Budaya Nusantara di Tanah Malaysia
Salah satu bukti nyata kedekatan tersebut terlihat di Kampung Sarang Buaya yang berlokasi di Muar, negara bagian Johor. Wilayah ini menjadi rumah bagi banyak warga Malaysia yang memiliki garis keturunan suku Jawa dan Bugis.
Akbal menjelaskan bahwa warga di sana masih melestarikan gaya hidup dan aktivitas kebudayaan dari tanah Jawa. Meski telah mengalami asimilasi dengan lingkungan setempat, esensi tradisi aslinya tetap terjaga dengan baik hingga saat ini.
Ekspansi Kuliner Indonesia ke Kuala Lumpur
Hubungan erat ini juga memicu fenomena ekspansi bisnis kuliner Indonesia ke pasar Malaysia. Salah satu yang terbaru adalah Phoenix Gastrobar yang membuka cabang internasional pertamanya di kawasan elit Mont Kiara, Kuala Lumpur.
Manajemen Phoenix memilih ibu kota Malaysia karena pasarnya sangat menghargai konsep hiburan berbasis pengalaman atau experience driven. Strategi ini dianggap sangat sejalan dengan identitas mewah klasik yang diusung oleh jenama tersebut.
Untuk menjaga kualitas rasa dan layanan, Phoenix Gastrobar menghadirkan fasilitas dan tenaga ahli berikut:
- Tiga chef profesional yakni Chef Adhitia Julisiandi, Chef Richard Emuang, dan Chef Leonard Njoto C.
- Menu unggulan seperti Picanha dan Grilled Short Ribs dengan perpaduan Sambal Ijo yang autentik.
- Ruang VIP berkapasitas lebih dari 14 orang untuk acara bisnis maupun perayaan pribadi yang eksklusif.
Kehadiran tempat kuliner premium ini diharapkan dapat memperkaya pilihan bagi warga lokal maupun ekspatriat di Kuala Lumpur mulai Mei 2026. Hal ini menjadi timbal balik positif mengingat wisatawan Malaysia juga dikenal sangat menggemari wisata kuliner saat berkunjung ke Indonesia.
Upaya ekspansi ini menjadi jembatan diplomasi budaya yang efektif melalui kelezatan hidangan nusantara. Dengan standar pelayanan berkelas, identitas kuliner Indonesia semakin memperkuat posisinya di kancah internasional.