Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian ekosistem laut pada peringatan Hari Laut Sedunia 2026.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui aksi pemulihan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang melibatkan pelepasan tukik penyu hingga penanaman terumbu karang.
Kolaborasi untuk Ekosistem Pesisir yang Lestari
Kegiatan yang mengusung tema "Aksi Bersama untuk Pantai Lestari" ini bertujuan mempercepat pemulihan wilayah pesisir serta mengendalikan pencemaran laut Indonesia.
Jumhur Hidayat menegaskan bahwa upaya perlindungan laut membutuhkan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat agar hasilnya maksimal.
Menurutnya, perlindungan lingkungan tidak boleh terbatas pada garis pantai saja, namun harus menyentuh hingga ke dasar laut yang menjadi pondasi ekosistem.
Kehadiran lebih dari 1.000 peserta dalam acara tersebut menjadi bukti nyata adanya intervensi kolektif dari daratan hingga bawah air.
Menteri LH juga mengingatkan masyarakat agar konsisten menjaga alam dan menjauhi perilaku yang dapat merusak kelestarian lingkungan laut.
Sampah plastik dan jaring ikan bekas sering kali menjadi ancaman serius bagi kehidupan biota laut jika tidak dikelola dengan benar.
Aksi Nyata dan Restorasi Biota Laut
Pemerintah bersama berbagai elemen melakukan serangkaian aksi lapangan sebagai berikut:
- Kegiatan pembersihan sampah melalui metode island clean up, diving clean up, dan snorkeling clean up.
- Pengangkatan jaring hantu (ghost gear) yang kerap menjerat satwa di bawah laut.
- Penanaman 50 media transplantasi terumbu karang sebagai upaya restorasi habitat.
- Pelepasan 1.000 bibit ikan kerapu untuk menjaga populasi ikan di perairan sekitar.
- Pelepasan penyu sisik dan 100 ekor tukik untuk mendukung keberlangsungan spesies yang dilindungi.
Aksi ini melibatkan berbagai pihak mulai dari organisasi internasional, akademisi, sektor swasta, hingga pelajar dan masyarakat pesisir setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Jumhur mengungkapkan rasa syukurnya karena ribuan penyu berhasil berkembang biak dan hidup dengan baik di wilayah Pulau Pramuka.
Ia menekankan bahwa segala kekayaan alam yang ada di laut tidak boleh dibiarkan mati atau punah, terutama terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut.
Penguatan Kebijakan dan Pengawasan
Pihak KLH/BPLH telah menyiapkan strategi komprehensif dalam mengendalikan sampah laut dan pemulihan ekosistem:
| Fokus Utama | Bentuk Implementasi |
|---|---|
| Regulasi & Kebijakan | Penguatan aturan dan pengawasan ketat terhadap pencemaran laut. |
| Pemantauan Sampah | Pengembangan sistem deteksi sampah laut dan ghost gear secara sistematis. |
| Partisipasi Publik | Sosialisasi Gerakan Pilah Sampah (GPS) dan pembentukan kader lingkungan pesisir. |
Tabel di atas merangkum upaya sistematis pemerintah dalam menjaga kualitas laut melalui jalur birokrasi maupun pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Melalui integrasi kebijakan dan aksi nyata di lapangan, pemerintah berharap kesehatan laut Indonesia tetap terjaga demi masa depan generasi mendatang.