Proses perbaikan jalan yang amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, terus menunjukkan perkembangan signifikan hingga saat ini. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melaporkan bahwa gorong-gorong beton atau box culvert sudah berhasil terpasang di lokasi kejadian.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (31/5/2026), keberadaan beton tersebut membuat aliran air kini menjadi lebih lancar dan tidak sederas sebelumnya. Di sekitar area perbaikan, tampak tumpukan tanah sisa penggalian serta satu unit ekskavator yang masih disiagakan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kondisi arus lalu lintas di jalur menuju Depok pagi ini terpantau relatif lancar tanpa ada penyempitan jalur yang berarti. Seluruh lajur kini dapat dilewati kendaraan, meski petugas tetap memasang pembatas jalan di sisi kanan sebagai pengamanan area proyek.
Pelat besi masih menutupi bagian jalan yang amblas agar bisa dilalui oleh kendaraan dengan aman. Para pengendara diimbau untuk tetap waspada dan mengurangi kecepatan saat melintasi struktur pengaman sementara tersebut.
Target Pengerjaan Badan Jalan Utama
Pemerintah menargetkan perbaikan struktur utama jalan dapat selesai dalam waktu singkat agar mobilitas warga kembali normal. Hal ini dilakukan demi mengurai kemacetan yang sempat terjadi akibat amblasnya permukaan jalan tersebut.
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya keras agar badan jalan induk bisa digunakan secara maksimal dalam tiga hari. Target ini difokuskan agar arus lalu lintas tidak lagi terhambat oleh proses pengerjaan konstruksi di lapangan.
Fokus utama petugas saat ini adalah menuntaskan pengerjaan saluran air sepanjang 10 meter dari bagian hulu hingga ke hilir. Pemasangan box culvert bertujuan untuk mengalihkan aliran air dari saluran penghubung (PHB) UI menuju Sungai Ciliwung.
Rincian target dan kendala dalam proses perbaikan jalan Lenteng Agung:
- Target Badan Jalan: Diupayakan selesai dalam 3 hari agar lalu lintas kembali normal.
- Pengerjaan Total: Diperkirakan memakan waktu hingga 2 minggu sampai benar-benar tuntas.
- Kendala Lapangan: Keberadaan kabel utilitas dan tiang di sisi jalan menghambat penggunaan alat berat.
- Metode Konstruksi: Penggunaan turap batu kali manual untuk area samping karena keterbatasan ruang.
Santo memaparkan bahwa pengerjaan di sisi kiri dan kanan jalan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan area tengah. Hal ini disebabkan oleh kerumitan utilitas bawah tanah yang tidak memungkinkan penggunaan material beton pabrikan.
Perbedaan durasi pengerjaan ini terjadi karena area samping harus diperkuat menggunakan metode pasang turap batu kali secara manual. Jika dipaksakan menggunakan box culvert di area tersebut, dikhawatirkan akan merusak kabel dan tiang yang ada di sekitarnya.
Meskipun pengerjaan total membutuhkan waktu sekitar dua pekan, prioritas utama tetap diberikan pada keamanan pengendara. Pemerintah berharap koordinasi antar instansi dapat mempercepat normalisasi kawasan Lenteng Agung secara menyeluruh.