Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Ditargetkan Rampung 2 Pekan, Ini Kendala Terbarunya di 2026

Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Ditargetkan Rampung 2 Pekan, Ini Kendala Terbarunya di 2026
Foto: Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Ditargetkan Rampung 2 Pekan, Ini Kendala Terbarunya di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Proses perbaikan jalan amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, saat ini tengah dikebut oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan. Petugas menargetkan badan jalan utama sudah bisa kembali dilalui kendaraan secara normal dalam waktu tiga hari ke depan.

Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan arus lalu lintas kembali lancar. Ia berharap pengerjaan pada bagian inti jalan segera tuntas agar kemacetan di area tersebut dapat segera teratasi.

Fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada penyelesaian saluran air dari hulu ke hilir sepanjang 10 meter. Petugas di lapangan sedang memasang box culvert guna mengalirkan air dari saluran penghubung (PHB) UI menuju Sungai Ciliwung.

Santo menambahkan bahwa target penyelesaian untuk bagian hulu hingga hilir tersebut diupayakan rampung dalam waktu dekat. Sementara itu, untuk proses pengaspalan atau perkerasan jalan utama diperkirakan akan selesai pada esok malam.

Walaupun jalur utama diprediksi bisa beroperasi pekan depan, pengerjaan proyek secara keseluruhan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Hal ini disebabkan oleh kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan penggunaan material pabrikan di seluruh titik.

Pihak Sudin SDA mengungkapkan adanya kendala berupa jaringan utilitas kabel dan tiang yang berada di sisi kiri serta kanan jalan. Kondisi tersebut memaksa petugas untuk melakukan pemasangan turap batu kali secara manual di area pinggir jalan.

Beberapa rincian mengenai teknis dan progres perbaikan jalan amblas di Lenteng Agung:

  • Pemasangan 10 unit box culvert diupayakan selesai dalam satu hari untuk mempercepat aliran air.
  • Penggunaan teknik beton rigid dilakukan agar jalan bisa lebih cepat mengering dan segera digunakan.
  • Beton yang digunakan memiliki spesifikasi khusus dengan waktu pengeringan hanya sekitar 8 jam.
  • Pengerjaan sisi samping menggunakan turap batu kali manual karena terhalang kabel utilitas.
  • Target operasional penuh untuk seluruh bagian jalan adalah dua minggu sejak dimulainya perbaikan.

Langkah-langkah teknis ini diambil untuk memastikan struktur jalan tetap kokoh namun dengan waktu pengerjaan yang seefisien mungkin. Penggunaan beton rigid menjadi kunci utama agar akses kendaraan tidak tertutup terlalu lama bagi masyarakat.

Terkait pendanaan, proyek pembenahan infrastruktur ini dialokasikan dari anggaran daerah dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Nilai tersebut sudah mencakup keseluruhan kebutuhan material serta upah pekerja hingga proyek tuntas.

Aspek Informasi Detail Keterangan
Estimasi Total Biaya Sekitar Rp 380 Juta
Durasi Total Pengerjaan 2 Minggu
Target Jalan Bisa Dilalui 3 Hari (Sejak Sabtu)
Metode Perkerasan Beton Rigid (8 Jam Kering)

Tabel di atas merangkum rincian anggaran serta target waktu yang telah ditetapkan oleh pihak Sudin SDA Jakarta Selatan. Anggaran sebesar Rp 380 juta tersebut merupakan biaya menyeluruh untuk memperbaiki kerusakan akibat amblasnya jalan.

Santo juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga dan para pengguna jalan yang terdampak. Ia menyadari bahwa proyek perbaikan crossing atau sodetan ini menimbulkan gangguan kenyamanan dan kemacetan cukup parah.

Ia berharap masyarakat dapat bersabar selama proses perbaikan berlangsung demi keamanan jangka panjang di lokasi tersebut. Aliran air yang deras di bawah titik jalan yang amblas sebelumnya memang mengharuskan adanya penyempitan lajur kendaraan.

Pihak kepolisian dan petugas terkait juga tetap memantau situasi lalu lintas di sekitar Lenteng Agung untuk meminimalkan dampak kemacetan. Warga diimbau untuk mencari jalur alternatif selama pengerjaan beton rigid dilakukan pada malam hari.

Artikel terkait

Rekomendasi