Penyebab Pasutri Austria Tewas di Labuan Bajo Mengejutkan, Jembatan Gantung Lapuk 2026 Terkuak

Penyebab Pasutri Austria Tewas di Labuan Bajo Mengejutkan, Jembatan Gantung Lapuk 2026 Terkuak
Foto: Penyebab Pasutri Austria Tewas di Labuan Bajo Mengejutkan, Jembatan Gantung Lapuk 2026 Terkuak. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar duka menyelimuti dunia pariwisata Labuan Bajo setelah sepasang suami istri asal Austria ditemukan tewas di kawasan Air Terjun Cunca Wulang. Tragedi ini terjadi akibat ambruknya fasilitas jembatan gantung yang berada di destinasi wisata tersebut.

Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti di balik insiden maut ini. Diketahui bahwa infrastruktur di lokasi kejadian dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kronologi Jatuhnya Pasangan Wisatawan Austria

Korban teridentifikasi sebagai Jurgen Perjul yang berusia 55 tahun dan istrinya, Astrid Perjul, yang berumur 57 tahun. Keduanya sedang menikmati masa liburan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat musibah terjadi.

Pasangan ini terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter ketika jembatan gantung yang mereka lintasi mendadak jebol. Keduanya terjatuh bebas ke dasar sungai dan menghantam bebatuan keras di bawahnya.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan bahwa insiden ini bermula saat pijakan jembatan yang terbuat dari papan tiba-tiba patah. Di lokasi kejadian, polisi menemukan lubang menganga yang cukup besar pada lantai jembatan tersebut.

Lubang akibat patahan kayu itu memiliki panjang sekitar 1,20 meter. Hal inilah yang membuat kedua korban langsung terperosok tanpa sempat menyelamatkan diri.

Kondisi Jembatan yang Tidak Layak Pakai

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan fakta bahwa jembatan gantung tersebut sudah mengalami kerusakan parah. Struktur kayu penyangganya ditemukan dalam kondisi lapuk karena usia yang sudah tua.

Banyak papan pijakan yang sudah bergoyang, terangkat, bahkan terlepas dari kerangka utamanya. Selain itu, jaringan pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan juga sudah hampir hilang sepenuhnya.

Berikut adalah detail kerusakan infrastruktur yang ditemukan pihak kepolisian di lokasi kejadian:
  • Jaringan pengaman atau safety net di kedua sisi jembatan telah hilang hingga mencapai 90 persen.
  • Tulang penyangga utama jembatan sudah sangat lapuk dan tidak mampu menahan beban secara optimal.
  • Lantai jembatan mengalami patah yang menyisakan lubang selebar 1,20 meter di jalur perlintasan.
  • Tidak tersedianya rambu-rambu peringatan bahaya atau informasi mengenai batas kapasitas beban jembatan.
  • Banyak papan pijakan yang kondisinya sudah tidak stabil dan terlepas dari baut pengikatnya.

Hasil investigasi fisik ini menjadi bukti kuat bahwa fasilitas di Air Terjun Cunca Wulang sudah tidak memadai. Faktor keselamatan bagi para wisatawan tampak kurang diperhatikan oleh pihak pengelola.

Ketiadaan SOP dan Jaminan Keamanan

AKBP Christian Kadang juga menyoroti tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis mengenai pengecekan rutin fasilitas. Sistem keselamatan bagi wisatawan di lokasi tersebut dinilai sangat minim dan tidak sesuai standar.

Meski pemandu lokal sempat memperingatkan soal jalur trekking yang licin, namun kondisi infrastruktur yang rusak menjadi penyebab utama. Jembatan tersebut memang sudah dianggap tidak layak untuk dilintasi oleh pengunjung.

Hal yang cukup mengejutkan adalah ketiadaan fasilitas asuransi kecelakaan dari pihak pengelola wisata. Para wisatawan yang datang ke Air Terjun Cunca Wulang ternyata tidak mendapatkan perlindungan asuransi jiwa.

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Mata

Guna mendalami kasus ini, Satreskrim Polres Manggarai Barat telah meminta keterangan dari lima orang saksi kunci. Para saksi ini dianggap mengetahui secara detail kondisi di lapangan sebelum dan sesudah kejadian.

Daftar saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian meliputi:
Pihak yang Diperiksa Kapasitas dalam Penyelidikan
Kepala Desa Cunca Wulang Selaku otoritas wilayah dan penanggung jawab lokal.
Petugas Pos Retribusi Pihak yang melayani tiket masuk dan data kunjungan.
Pramuwisata (Guide) Pendamping korban yang menyaksikan awal mula insiden.
Sopir Mobil Sewaan Pihak yang mengantar jemput kedua korban selama di Bali.
Anggota Bhabinkamtibmas Petugas pertama yang mengamankan lokasi pascakejadian.

Pemeriksaan para saksi ini bertujuan untuk melihat adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan tempat wisata. Kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan demi kepastian hukum.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh bagi sektor pariwisata di Labuan Bajo. Mengingat kawasan ini merupakan destinasi super prioritas yang menjadi wajah pariwisata Indonesia di mata internasional.

Proses Pemulangan Jenazah ke Austria

Saat ini, jenazah Jurgen dan Astrid masih berada di ruang jenazah RSUD Komodo, Labuan Bajo. Pihak kepolisian masih terus menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Austria yang ada di Jakarta.

Koordinasi ini dilakukan guna mengurus segala administrasi yang diperlukan untuk memulangkan jenazah ke negara asal mereka. Proses pemulangan rencananya akan dilakukan sesegera mungkin sesuai kesepakatan.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa jenazah kedua turis asing tersebut dijadwalkan terbang menuju Austria pada Selasa (26/5). Segala persiapan logistik untuk pemulangan sudah mulai disiapkan oleh pihak terkait.

Air Terjun Cunca Wulang sendiri merupakan destinasi populer yang berada di bawah pengelolaan dinas terkait di Manggarai Barat. Peristiwa tragis ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola wisata di wilayah NTT.

Artikel terkait

Rekomendasi