Pengakuan Hacker: Meta AI Kini Disalahgunakan untuk Bajak Akun Instagram 2026

Pengakuan Hacker: Meta AI Kini Disalahgunakan untuk Bajak Akun Instagram 2026
Foto: Pengakuan Hacker: Meta AI Kini Disalahgunakan untuk Bajak Akun Instagram 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebuah celah keamanan serius ditemukan pada chatbot kecerdasan buatan (AI) milik Meta yang sempat dieksploitasi oleh peretas. Fitur Meta AI Support Assistant yang seharusnya membantu pengguna justru disalahgunakan untuk mengambil alih akun Instagram milik orang lain.

Layanan yang dirilis sejak Maret lalu ini sebenarnya dirancang untuk mempermudah proses pemulihan akun dan pengaturan keamanan pengguna. Namun, laporan dari media teknologi 404 Media mengungkapkan bahwa hacker berhasil menemukan celah fatal pada sistem bantuan otomatis tersebut.

Mekanisme Peretasan Melalui Chatbot

Berdasarkan bukti video yang tersebar di Telegram, seorang peretas mendemonstrasikan betapa mudahnya proses pengambilalihan akun dilakukan. Pelaku hanya perlu berinteraksi dengan chatbot Meta dan memintanya untuk mengubah alamat email yang terhubung ke akun target.

Setelah permintaan diajukan, sistem AI secara otomatis mengirimkan kode verifikasi langsung ke alamat email milik peretas tersebut. Dengan kode tersebut, pelaku dapat dengan mudah mengganti kata sandi dan mengunci akses pemilik asli dari akun mereka sendiri.

Daftar target utama yang menjadi sasaran para peretas :

  • Akun dengan username langka yang terdiri dari satu huruf atau satu kata pendek.
  • Akun milik tokoh publik atau instansi dengan profil tinggi.
  • Akun-akun yang memiliki nilai jual mahal di pasar gelap digital.

Para pelaku kejahatan siber ini juga diketahui menggunakan layanan VPN untuk mengelabui sistem keamanan Meta. Hal ini dilakukan agar lokasi digital mereka terlihat seolah-olah berada di wilayah yang sama dengan pemilik asli akun yang sedang diincar.

Dampak Peretasan pada Akun Profil Tinggi

Insiden ini bertepatan dengan serangkaian pembajakan akun Instagram milik sejumlah tokoh dan lembaga ternama. Salah satu korbannya adalah akun @obamawhitehouse yang sempat mengunggah konten propaganda asing sebelum akhirnya berhasil dipulihkan.

Selain akun bersejarah tersebut, pejabat tinggi Angkatan Antariksa Amerika Serikat (US Space Force) juga dilaporkan mengalami masalah serupa. Perusahaan ritel kecantikan global, Sephora, turut menjadi korban dalam rentetan serangan siber yang memanfaatkan teknologi AI ini.

Berikut adalah ringkasan mengenai fitur awal dan dampak penyalahgunaan yang terjadi pada sistem Meta AI.

Fungsi Asli Meta AI Modus Eksploitasi Hacker
Membantu reset password pengguna. Meminta perubahan email target secara paksa.
Aktivasi autentikasi dua faktor (2FA). Mengalihkan kode verifikasi ke perangkat pelaku.
Pemulihan akun yang bermasalah. Mengambil alih kontrol penuh akun secara ilegal.

Data di atas menunjukkan bagaimana fitur yang ditujukan untuk perlindungan justru menjadi pintu masuk bagi tindakan kriminal siber. Meta kini tengah menghadapi tekanan untuk segera menutup celah keamanan pada sistem asisten digital mereka tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi