Kabar mengenai insiden pendakian datang dari Nusa Tenggara Barat. Seorang pendaki asal Malaysia bernama Chye Connsynn (41) dilaporkan mengalami cedera serius saat menelusuri jalur Gunung Rinjani.
Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengonfirmasi bahwa proses evakuasi korban telah berhasil dilakukan. Pendaki tersebut dievakuasi menggunakan helikopter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Detail Proses Evakuasi Udara
Astekita Ardiaristo selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR menjelaskan bahwa penggunaan helikopter merupakan bagian dari fasilitas perlindungan. Layanan ini tersedia bagi pendaki yang menggunakan asuransi premium di kawasan TNGR.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi evakuasi, tepatnya di Pelawangan, terpantau cerah pada Selasa pagi. Informasi cuaca yang mendukung ini memungkinkan tim penyelamat segera bergerak ke titik keberadaan korban.
Urutan tindakan evakuasi yang dilakukan tim penyelamat di lapangan:
- Petugas memindahkan korban ke atas tandu untuk memudahkan proses angkut menuju helikopter.
- Helikopter transit terlebih dahulu di Sembalun untuk menurunkan tenaga medis dan mengurangi beban angkut.
- Setelah itu, helikopter terbang menuju titik Pelawangan 2 untuk menjemput pendaki yang terluka.
- Korban kemudian diterbangkan langsung menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali.
Proses pemindahan ini dilakukan secara hati-hati mengingat medan pegunungan yang ekstrem. Setelah mendarat di Sembalun, helikopter segera melanjutkan perjalanan ke Bali agar korban mendapatkan perawatan spesialis.
Kronologi Kecelakaan Pendaki
Insiden yang menimpa warga negara Malaysia ini terjadi pada Senin sore (25/5). Begitu menerima laporan kecelakaan, pihak Balai TNGR segera berkoordinasi dengan tim medis asuransi.
Upaya evakuasi udara sebenarnya sudah diusahakan sejak hari pertama kejadian. Namun, helikopter terpaksa kembali ke Denpasar karena kabut tebal yang menghalangi pandangan pilot di lokasi kejadian.
Pihak-pihak yang terlibat aktif dalam operasi penyelamatan ini meliputi:
- Tim Basarnas Mataram dan Unit SAR Lombok Timur.
- Edelweis Medical Health Centre (EMHC) dan Nusa Medica Clinic.
- Pihak asuransi serta layanan transportasi udara SGI Air Bali.
- Para relawan dan seluruh petugas lapangan Balai TNGR.
Seluruh tim bekerja secara sigap untuk memberikan pertolongan pertama sebelum evakuasi udara dilakukan. Koordinasi yang baik antarinstansi menjadi kunci keberhasilan operasi kemanusiaan di medan sulit ini.
Data Ringkasan Evakuasi
Berikut adalah rincian informasi terkait kecelakaan pendaki di Gunung Rinjani:
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Identitas Korban | Chye Connsynn (41 tahun) |
| Asal Negara | Malaysia |
| Lokasi Kejadian | Pelawangan 2, Gunung Rinjani |
| Waktu Insiden | Senin, 25 Mei 2026 |
| Metode Evakuasi | Helikopter (Asuransi Premium) |
| Tujuan Medis | Rumah Sakit di Denpasar, Bali |
Data di atas merangkum poin penting dari upaya penyelamatan yang telah dilakukan secara kolaboratif. Pihak berwenang berharap korban segera pulih dan mengapresiasi dedikasi seluruh tim penyelamat.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya memiliki jaminan asuransi yang memadai saat melakukan aktivitas pendakian. Hal ini sangat krusial terutama saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat di lokasi terpencil.