Pemain Iran Kritik FIFA soal Masalah Visa AS Jelang Piala Dunia 2026, Mengejutkan!

Pemain Iran Kritik FIFA soal Masalah Visa AS Jelang Piala Dunia 2026, Mengejutkan!
Foto: Pemain Iran Kritik FIFA soal Masalah Visa AS Jelang Piala Dunia 2026, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Ehsan Hajsafi, pemain veteran tim nasional Iran, melayangkan kritik tajam kepada FIFA terkait permasalahan visa yang menghambat timnya di Amerika Serikat. Ia mendesak otoritas sepak bola dunia tersebut untuk segera turun tangan menyelesaikan kemelut yang terjadi menjelang Piala Dunia 2026.

Kekecewaan ini muncul setelah sejumlah anggota staf dan ofisial penting timnas Iran gagal mendapatkan izin masuk ke Negeri Paman Sam. Padahal, peran mereka dianggap krusial bagi kelancaran operasional dan teknis tim selama turnamen berlangsung.

Diskriminasi dan Penolakan Visa Staf Iran

Setidaknya ada 15 pejabat administrasi dari Federasi Sepakbola Iran yang dilaporkan tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat. Di antara daftar tersebut, terdapat nama-nama besar seperti Ketua Federasi Hedayat Mombeini dan wakilnya, Mehdi Mohammad Nabi.

Pemerintah Iran mengecam keras kebijakan tersebut dan menilainya sebagai bentuk tindakan diskriminatif dari pihak Amerika Serikat. Masalah ini menambah panjang daftar rintangan yang harus dihadapi tim berjuluk Team Melli tersebut di ajang internasional.

Daftar ofisial penting yang dikabarkan gagal mendapatkan izin masuk meliputi:

  • Ketua Federasi Sepakbola Iran (Hedayat Mombeini)
  • Wakil Ketua Federasi (Mehdi Mohammad Nabi)
  • Manajer Tim Nasional
  • Direktur Eksekutif
  • Direktur Media

Absennya figur-figur tersebut dikhawatirkan akan mengganggu koordinasi tim selama berkompetisi di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Hajsafi menegaskan bahwa peran mereka tidak bisa dianggap remeh dalam mendukung performa pemain di lapangan.

Keluhan Ehsan Hajsafi Terhadap FIFA

Ehsan Hajsafi secara terbuka mempertanyakan lambatnya respons FIFA dalam menangani persoalan visa yang dialami rekan-rekannya. Ia merasa ada ketimpangan karena izin hanya diberikan kepada pemain dan segelintir staf pelatih saja.

"Secara pribadi, saya memiliki keluhan terhadap FIFA. Mengapa proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama?" ungkap Hajsafi sebagaimana dikutip dari laporan ESPN.

Ia menambahkan bahwa manajer tim dan direktur media memiliki peran yang sangat vital bagi stabilitas internal skuad. Ia berharap FIFA bisa memberikan tekanan diplomatik agar masalah ini segera tuntas dalam waktu dekat.

"Saya meminta FIFA untuk segera mengatasi isu ini agar situasi bisa terselesaikan dalam beberapa hari ke depan," tegas bek senior Iran tersebut.

Tanggapan Amerika Serikat Terkait Keamanan

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat berdalih bahwa mereka telah menerbitkan visa bagi seluruh pemain dan staf yang berpartisipasi aktif dalam Piala Dunia 2026. Mereka mengklaim telah menjalankan prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku bagi setiap peserta turnamen.

Namun, pihak AS juga memberikan pernyataan tegas mengenai pengawasan ketat terhadap permohonan visa tersebut. Mereka menyatakan tidak ingin izin masuk kejuaraan olahraga ini disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk tujuan yang mengancam keamanan negara.

Kondisi ini memaksa timnas Iran harus melakukan perjalanan bolak-balik antara Meksiko dan Amerika Serikat setiap kali jadwal pertandingan tiba. Situasi logistik yang rumit ini diprediksi akan menguras fisik para pemain di tengah persaingan grup yang ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi