Pakar AI Cahyadi Setiawan Ingatkan Mahasiswa Gunakan AI secara Bijak untuk Cari Cuan

Pakar AI Cahyadi Setiawan Ingatkan Mahasiswa Gunakan AI secara Bijak untuk Cari Cuan
Foto: Ilustrasi Pakar AI Cahyadi Setiawan Ingatkan Mahasiswa Gunakan AI secara Bijak untuk Cari Cuan.
Ukuran teks

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini telah membawa banyak kemudahan bagi aktivitas manusia sehari-hari. Meski demikian, kemajuan teknologi yang pesat ini bak dua sisi mata uang yang memiliki dampak positif sekaligus negatif bagi penggunanya.

Pakar AI, Cahyadi Setiawan, menekankan bahwa teknologi kecerdasan buatan harus digunakan secara bijak. Hal ini bertujuan agar penggunaan AI memberikan manfaat nyata dan tidak justru merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Etika dan Orisinalitas dalam Penggunaan AI

Pesan tersebut disampaikan Cahyadi dalam sesi Autotech di acara iNews Media Group Campus Connect (ICC) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga etika serta keaslian karya di tengah gempuran teknologi otomatis. Pengguna tidak boleh melupakan aspek orisinalitas dalam setiap hasil kerja yang dibantu oleh teknologi tersebut.

Cahyadi memaparkan prinsip dasar penggunaan AI sebagai berikut:

  • Teknologi harus membawa manfaat bagi masyarakat luas.
  • Penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan orang lain.
  • Hasil karya yang dihasilkan harus tetap menjaga nilai orisinalitas.

Prinsip-prinsip ini diharapkan menjadi kompas bagi mahasiswa agar tetap produktif namun tetap bertanggung jawab secara moral. Cahyadi mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi jangan sampai mengikis integritas seseorang.

Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda

Menurut Cahyadi, generasi muda saat ini memiliki peluang yang sangat besar untuk mengoptimalkan potensi AI. Hal ini dikarenakan mereka tumbuh dan hidup di era transformasi digital yang sangat masif.

Selain untuk produktivitas, ia menyebut teknologi ini bahkan bisa dimanfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan atau keuntungan finansial. Namun, ia kembali mewanti-wanti agar pemanfaatan tersebut tetap berada di jalur yang positif.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan teknologi AI antara lain:

  • Hindari praktik manipulasi wajah atau identitas orang lain secara ilegal.
  • Jangan membuat atau menyebarkan konten yang melanggar etika digital.
  • Waspadai penyebaran informasi palsu yang dibantu oleh perangkat kecerdasan buatan.

Peringatan ini menjadi sangat relevan mengingat potensi penyalahgunaan teknologi untuk konten manipulatif semakin meningkat. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan bisa menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang sehat.

Acara iNews Media Group Campus Connect di Unsoed sendiri bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam bagi mahasiswa. Melalui forum ini, para mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi dinamika industri media digital yang terus berkembang.

Artikel terkait

Rekomendasi