Obama: Netanyahu Pakai Taktik Lama Rayu Trump Demi Serang Iran Lagi

Obama: Netanyahu Pakai Taktik Lama Rayu Trump Demi Serang Iran Lagi
Foto: Ilustrasi Obama: Netanyahu Pakai Taktik Lama Rayu Trump Demi Serang Iran Lagi.
Ukuran teks

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara konsisten berupaya membujuknya untuk memulai konfrontasi militer skala besar melawan Iran. Melalui sebuah wawancara dengan The New Yorker yang dipublikasikan pada hari Senin, Obama menyebut Netanyahu menggunakan argumen serta landasan serupa yang nantinya juga disampaikan kepada Presiden Donald Trump.

Obama menegaskan bahwa meskipun pada akhirnya Netanyahu berhasil mencapai tujuan diplomasinya, ia tetap meragukan apakah perang tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi warga Israel maupun Amerika Serikat. Ia juga menyoroti fakta sejarah yang merekam adanya perbedaan pendapat yang sangat mendalam antara dirinya dan Netanyahu, terutama mengenai kebijakan penanganan masalah nuklir Iran.

Perbedaan visi tersebut ditegaskan oleh Obama sebagai sebuah catatan sejarah yang jelas mengenai ketegangan hubungan diplomatik kedua pemimpin terkait isu keamanan di kawasan Timur Tengah. "Saya pikir terdapat rekam jejak yang cukup jelas mengenai perbedaan pandangan saya dengan Tuan Netanyahu," ujar mantan Presiden Amerika Serikat tersebut dalam wawancara itu.

Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan instruksi kepada para komandan militer senior bahwa Israel saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi konfrontasi langsung dengan pihak Iran. Berdasarkan laporan Channel 14 pada hari Minggu malam, Netanyahu juga memastikan bahwa upaya militer untuk membubarkan kekuatan Hamas di wilayah tersebut akan terus dilanjutkan secara intensif.

Dalam pertemuan strategis bersama pejabat militer Israel, Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan keluar dari kampanye militer saat ini dalam kondisi yang jauh lebih lemah dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, ia memprediksi posisi Israel akan menjadi jauh lebih kuat setelah konflik ini berakhir, meskipun ada perdebatan mengenai ketahanan rezim Teheran di masa depan.

Menanggapi klaim mengenai potensi keruntuhan cepat rezim Iran, Netanyahu mengingatkan bahwa tidak ada jaminan sistem pemerintahan tersebut akan jatuh pada fase awal dari pecahnya konflik bersenjata apa pun. Namun, ia menekankan bahwa tekanan ekonomi yang sangat berat telah menciptakan kondisi yang sangat memungkinkan bagi tercapainya hasil dramatis berupa jatuhnya rezim di Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi