Nasib Bandara Kertajati Usai Prabowo Resmi Buka Kembali Husein Sastranegara 2026

Nasib Bandara Kertajati Usai Prabowo Resmi Buka Kembali Husein Sastranegara 2026
Foto: Nasib Bandara Kertajati Usai Prabowo Resmi Buka Kembali Husein Sastranegara 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Wacana menghidupkan kembali operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung kini semakin menguat. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan fungsi sejumlah bandara di tanah air.

Menanggapi arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyusun persiapan teknis untuk mengembalikan status komersial bandara tersebut. Hal ini bertujuan agar akses penerbangan ke jantung Kota Kembang kembali terbuka bagi masyarakat umum.

Koordinasi Teknis dan Penataan Kawasan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi awal dengan Kementerian Perhubungan. Pembahasan yang lebih mendalam dijadwalkan akan terlaksana pada pertengahan Juni 2026 mendatang.

Fokus utama dalam persiapan ini bukan hanya soal izin terbang, melainkan juga menyangkut penataan lingkungan di sekitar bandara. Dedi menekankan pentingnya manajemen lalu lintas agar operasional bandara tidak memicu kemacetan baru di wilayah sekitarnya.

Pemerintah Jawa Barat memprioritaskan beberapa aspek penting dalam rencana reaktivasi ini:

  • Melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan terkait regulasi penerbangan.
  • Mengatur ulang alur transportasi di sekitar kawasan bandara untuk mencegah kepadatan kendaraan.
  • Membahas arah kebijakan strategis dalam pertemuan teknis pertengahan Juni mendatang.
  • Menentukan pembagian fungsi ruang udara untuk memastikan aspek keamanan penerbangan.

Langkah-langkah tersebut diambil guna memastikan bahwa kembalinya aktivitas komersial di tengah kota tetap sejalan dengan kenyamanan warga Bandung. Pertemuan mendatang akan menjadi penentu kapan bandara ini bisa mulai melayani penumpang kembali.

Dilema Operasional Bandara Kertajati

Rencana mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara membawa konsekuensi besar bagi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Sejak tahun 2023, Kertajati di Majalengka telah ditetapkan sebagai gerbang udara utama menggantikan peran Husein Sastranegara.

Namun, hingga saat ini, pertumbuhan aktivitas penerbangan di Kertajati dinilai belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini memunculkan spekulasi kuat mengenai masa depan bandara megah di wilayah timur Jawa Barat tersebut.

Gubernur Dedi Mulyadi memberikan sinyal bahwa fungsi Kertajati bisa mengalami perubahan total jika Bandara Husein beroperasi penuh. Ada kemungkinan status komersial Kertajati akan ditinjau ulang demi efisiensi transportasi udara di wilayah ini.

Berikut adalah ringkasan perbandingan situasi kedua bandara tersebut saat ini:

Aspek Perbandingan Bandara Husein Sastranegara Bandara BIJB Kertajati
Lokasi Strategis Sangat tinggi (Berada di tengah Kota Bandung) Sedang (Berada di Kabupaten Majalengka)
Status Terkini Menunggu reaktivasi komersial resmi Beroperasi sebagai bandara internasional utama
Kendala Utama Kapasitas lahan terbatas dan risiko kemacetan Pertumbuhan penumpang belum sesuai target
Rencana Masa Depan Fokus pada pengoptimalan arahan Presiden Potensi perubahan fungsi dari bandara komersial

Tabel di atas menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing bandara dalam ekosistem transportasi Jawa Barat. Keputusan akhir mengenai nasib kedua fasilitas ini akan bergantung sepenuhnya pada hasil pembahasan teknis dengan pemerintah pusat.

Kebijakan reaktivasi ini tidak hanya menyasar Bandung, karena Presiden Prabowo juga memberikan arahan serupa untuk Bandara Adisutjipto di Yogyakarta. Kebijakan ini diharapkan mampu menggairahkan kembali sektor transportasi udara di tingkat daerah.

Artikel terkait

Rekomendasi