Nasib Bandara Husein Sastranegara 2026, Farhan Beri Kode Mengejutkan dari Prabowo

Nasib Bandara Husein Sastranegara 2026, Farhan Beri Kode Mengejutkan dari Prabowo
Foto: Nasib Bandara Husein Sastranegara 2026, Farhan Beri Kode Mengejutkan dari Prabowo. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rencana untuk menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, kini mulai menemui titik terang. Kabar ini disambut baik oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, setelah mendapat sinyal positif dari Presiden Prabowo Subianto.

Farhan merasa optimis karena Presiden kabarnya telah memberikan instruksi langsung untuk mereaktivasi bandara tersebut. Hal ini menjadi angin segar bagi warga Bandung yang merindukan kemudahan akses transportasi udara.

Instruksi Langsung dari Presiden Prabowo

Harapan mengenai aktifnya kembali Bandara Husein muncul setelah kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Kota Bandung pada 25 Mei lalu. Farhan mengaku bersyukur atas kabar mengenai adanya perintah reaktivasi tersebut.

Presiden tidak hanya memberikan arahan untuk Bandara Husein Sastranegara, namun juga untuk Bandara Adisucipto di Yogyakarta. Kedua bandara ini diproyeksikan akan kembali optimal untuk melayani kepentingan masyarakat sipil.

Selama ini, operasional Bandara Husein sebenarnya tidak sepenuhnya berhenti atau ditutup secara total. Namun, penggunaan komersialnya sangat dibatasi hanya untuk jenis pesawat baling-baling dengan rute pendek antarwilayah di Pulau Jawa.

Berikut adalah poin utama terkait instruksi Presiden mengenai pengembangan sektor kedirgantaraan:

  • Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung agar lebih produktif.
  • Optimalisasi kembali fungsi Bandara Adisucipto di Yogyakarta untuk penerbangan komersial.
  • Pengembangan konsep Sustainable Aerospace Park di wilayah Kertajati.
  • Pembangunan ekosistem industri makro kedirgantaraan yang mencakup fasilitas perawatan pesawat (MRO).

Rencana strategis ini bertujuan untuk mengintegrasikan kebutuhan militer dan komersial dalam satu ekosistem yang terpadu. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui subsektor transportasi udara.

Kesiapan Pemkot Bandung dan Kajian Teknis

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Pertahanan bersama Bappenas telah mulai melakukan pengkajian mendalam. Kajian ini difokuskan pada potensi pertumbuhan penerbangan di Kota Bandung yang diprediksi akan meningkat pesat.

Meskipun reaktivasi segera dilakukan, jenis pesawat yang mendarat di Husein Sastranegara tetap akan dibatasi. Karakteristik bandara yang berada di tengah kota membuatnya tidak memungkinkan untuk melayani pesawat berbadan sangat lebar.

Farhan menjelaskan bahwa pesawat sekelas Boeing 737 atau Airbus A320 sudah sangat memadai untuk kebutuhan Kota Bandung. Baginya, kehadiran pesawat tipe tersebut sudah cukup untuk membangkitkan kembali pariwisata daerah.

Estimasi klasifikasi pesawat yang dapat beroperasi di Bandara Husein Sastranegara:

Jenis Pesawat Status Kelayakan
Pesawat Baling-baling (Turboprop) Sangat Layak
Boeing 737 / Airbus A320 Direncanakan / Layak
Pesawat Berbadan Lebar (Wide Body) Tidak Memungkinkan

Tabel di atas merujuk pada keterbatasan dimensi bandara yang tidak memungkinkan untuk pendaratan pesawat besar. Namun, pesawat jenis jet sedang tetap menjadi target utama dalam rencana reaktivasi komersial ini.

Pemerintah Kota Bandung saat ini sedang bersiap melakukan pembenahan sarana penunjang di sekitar area bandara. Fokus utama mereka adalah memperbaiki akses jalan, area parkir, serta fasilitas publik lainnya agar lebih nyaman.

Farhan berharap anggaran perbaikan infrastruktur ini dapat segera masuk dalam APBD tahun 2027 mendatang. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan total saat operasional penerbangan kembali dibuka secara luas.

Artikel terkait

Rekomendasi