Museum Louvre Renovasi Besar-besaran, Mona Lisa Bakal Punya Ruang Khusus di 2026

Museum Louvre Renovasi Besar-besaran, Mona Lisa Bakal Punya Ruang Khusus di 2026
Foto: Museum Louvre Renovasi Besar-besaran, Mona Lisa Bakal Punya Ruang Khusus di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Museum Louvre di Paris, Prancis, bersiap memulai era baru melalui proyek renovasi besar-besaran yang baru saja diumumkan secara resmi. Langkah ambisius ini diambil oleh pemerintah Prancis sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi museum paling populer di dunia tersebut.

Proyek bertajuk 'Louvre-New Renaissance' ini merupakan salah satu agenda unggulan Presiden Emmanuel Macron yang telah direncanakan sejak tahun lalu. Fokus utamanya adalah meningkatkan standar keamanan dan perawatan bangunan setelah sempat diterpa beberapa insiden serius.

Tim Arsitek Internasional Pimpin Transformasi Louvre

Pemerintah Prancis telah menunjuk kolaborasi antara STUDIOS Architecture Paris dan Selldorf Architects untuk memimpin proyek bersejarah ini. Tim ini berhasil menyisihkan empat kandidat finalis lainnya dalam proses seleksi yang ketat oleh dewan juri.

Kementerian Kebudayaan Prancis menilai proposal dari tim pemenang mampu menyelaraskan aspek arsitektur modern dengan pelestarian warisan budaya yang sangat kaku. Pihak museum menyatakan bahwa desain ini akan menciptakan koneksi yang elegan antara tata kota Paris dan kemegahan istana.

Daftar pengalaman mumpuni dari tim arsitek terpilih:

  • STUDIOS Architecture Paris: Berpengalaman dalam merancang Fondation Louis Vuitton di Paris dan Fondation LUMA di Arles.
  • Selldorf Architects: Terkenal melalui proyek renovasi Frick Collection di New York serta National Gallery di London.

Kombinasi pengalaman internasional ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks dalam mengelola bangunan bersejarah yang juga berfungsi sebagai ruang publik modern. Keahlian mereka dalam tata ruang museum kelas dunia menjadi alasan utama pemilihan tersebut.

Anggaran Fantastis dan Penataan Ulang Fasilitas

Estimasi awal biaya proyek renovasi ini diprediksi akan menyerap dana sekitar 700 hingga 800 juta euro atau setara Rp 14-16 triliun. Namun, Pengadilan Auditor Prancis memproyeksikan total anggaran bisa membengkak hingga angka 1,15 miliar euro atau sekitar Rp 23 triliun.

Berikut adalah rincian mengenai perubahan signifikan yang akan dilakukan di dalam kawasan Museum Louvre:

Aspek Perubahan Detail Rencana Renovasi
Lokasi Mona Lisa Ruang khusus baru dengan akses terpisah dari area utama museum.
Sistem Tiket Pengunjung wajib memiliki tiket khusus untuk melihat lukisan Mona Lisa.
Pintu Masuk Penambahan akses baru di sisi timur untuk mengurai antrean di piramida kaca.
Kapasitas Optimalisasi ruang untuk menampung hingga 9 juta pengunjung per tahun.

Penambahan pintu masuk baru dinilai sangat mendesak karena piramida kaca yang ikonik tersebut sudah melampaui kapasitas idealnya. Awalnya, fasilitas tersebut hanya dirancang untuk menampung sekitar 4 juta orang saat pertama kali dibuka pada tahun 1988.

Respons Terhadap Masalah Keamanan dan Tata Kelola

Renovasi ini juga dipicu oleh rentetan masalah yang sempat mencoreng reputasi Louvre dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu yang paling menggemparkan adalah pencurian perhiasan mahkota Prancis yang bernilai sekitar 100 juta USD pada Oktober lalu.

Selain masalah keamanan fisik, Louvre juga menghadapi kendala operasional seperti dugaan penipuan tiket yang merugikan pihak pengelola hingga puluhan miliar rupiah. Masalah teknis seperti kebocoran air dan perawatan gedung yang kurang maksimal juga menjadi sorotan utama dalam proyek ini.

Melalui transformasi 'New Renaissance', pemerintah berharap Louvre bisa kembali menjadi standar emas museum dunia baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan pengunjung. Proyek ini sekaligus menjadi upaya pelestarian gedung yang dulunya merupakan istana kerajaan sebelum Raja Louis XIV pindah ke Versailles.

Artikel terkait

Rekomendasi