Model Muse Penyebar Hoax 'Dibegal' Menangis Saat Diperiksa Polisi, Motifnya Mengejutkan!

Model Muse Penyebar Hoax 'Dibegal' Menangis Saat Diperiksa Polisi, Motifnya Mengejutkan!
Foto: Model Muse Penyebar Hoax 'Dibegal' Menangis Saat Diperiksa Polisi, Motifnya Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Seorang muse model berinisial AJDV alias AWS kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Wanita ini diperiksa oleh Polda Metro Jaya setelah terbukti menyebarkan informasi palsu atau hoaks terkait peristiwa pembegalan.

Insiden rekayasa tersebut diklaim terjadi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Namun, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif, fakta yang ditemukan justru sebaliknya.

Tangisan Muse Model Usai Pemeriksaan

Setelah menjalani proses pemeriksaan di gedung Siber Polda Metro Jaya, AJDV terlihat keluar dengan kondisi emosional. Ia tampak menangis tersedu-sedu saat melewati kerumunan awak media yang sudah menunggu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pemanggilan tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi. Pihak kepolisian ingin menggali lebih dalam alasan di balik penyebaran informasi palsu tersebut.

Pemeriksaan berlangsung sejak siang hari dan AJDV baru terlihat meninggalkan ruangan sekitar pukul 20.26 WIB. Penampilannya tampak tertutup rapat dengan jaket biru, masker, dan penutup kepala.

Meski dicecar berbagai pertanyaan oleh wartawan, AJDV memilih untuk bungkam. Ia terus berjalan meninggalkan lokasi sambil didampingi oleh rekan wanita dan petugas kepolisian.

Motif di Balik Berita Hoaks Begal

Polisi secara tegas menyatakan bahwa AJDV bukanlah korban tindak kriminal apa pun. Kesimpulan ini diambil setelah tim gabungan melakukan investigasi mendalam dan interogasi terhadap yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, berikut adalah beberapa alasan utama AJDV menyebarkan berita bohong :

  • Faktor keisengan belaka tanpa memikirkan konsekuensi hukum yang akan dihadapi.
  • Keinginan untuk mendapatkan perhatian atau melakukan glorifikasi terhadap isu pembegalan yang saat ini sedang ramai dibicarakan.

Motif tersebut terungkap setelah tim Direktorat PPA dan PPO bersama kepolisian setempat melakukan pendekatan proaktif. Mereka bahkan melibatkan psikolog dan tim medis dari Dokkes Polda Metro Jaya untuk mendalami kondisi mental pelaku.

Imbauan Polisi Terkait Bijak Bermedia Sosial

Kombes Budi Hermanto kembali mengingatkan masyarakat agar lebih cerdas dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Ia menegaskan agar warga tidak mengunggah berita menyesatkan yang dapat memicu kegaduhan publik.

Meskipun AJDV tidak terbukti sebagai korban pidana, polisi tetap memberikan pendampingan psikologis. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi mental yang bersangkutan tetap terpantau pasca kejadian tersebut.

Bantahan dari Pihak Rumah Sakit

Sebelumnya, kabar bohong ini sempat mencatut nama sebuah rumah sakit di Jakarta Barat. Dalam narasi yang viral, disebutkan bahwa korban tengah menjalani perawatan medis akibat luka begal di RS Sumber Waras.

Pihak manajemen RS Sumber Waras segera melakukan verifikasi data internal untuk menanggapi isu tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan pasien dengan identitas tersebut yang pernah dirawat di sana.

Tabel berikut merangkum poin-poin penting terkait kasus hoaks muse model tersebut :

Kategori Informasi Keterangan Detail
Identitas Pelaku AJDV alias AWS (Muse Model)
Lokasi Kejadian Hoaks Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Instansi Pemeriksa Polda Metro Jaya
Status Hukum Bukan korban tindak pidana

Ringkasan data di atas menunjukkan bahwa seluruh narasi pembegalan yang sempat viral sepenuhnya adalah karangan pelaku. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi pengguna internet untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya.

Artikel terkait

Rekomendasi