Mobil Cina Banjiri Pasar, Asosiasi Otomotif Thailand Desak Kenaikan Pajak: Mengejutkan!

Mobil Cina Banjiri Pasar, Asosiasi Otomotif Thailand Desak Kenaikan Pajak: Mengejutkan!
Foto: Mobil Cina Banjiri Pasar, Asosiasi Otomotif Thailand Desak Kenaikan Pajak: Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Dominasi produsen mobil asal Tiongkok kini tidak hanya terjadi di pasar Indonesia, namun juga mulai merambah secara masif ke Thailand. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku industri otomotif lokal di Negeri Gajah Putih tersebut.

Sebanyak 10 asosiasi otomotif yang menaungi lebih dari 1.500 pelaku usaha kini tengah melakukan lobi kepada pemerintah pusat. Mereka mendesak agar kebijakan pajak bagi mobil listrik yang didatangkan secara utuh atau Completely Built Up (CBU) segera ditinjau ulang.

Desakan Kenaikan Pajak Impor Mobil Listrik

Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand (EVAT) bersama Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif Thailand (TAPMA) telah menyusun proposal darurat bagi pemerintah. Mereka menuntut kenaikan pajak impor bagi unit mobil listrik asing agar industri dalam negeri tetap bisa bersaing.

Para pelaku industri memperingatkan bahwa peralihan cepat ke kendaraan listrik tanpa perlindungan terhadap manufaktur lokal dapat memicu krisis ekonomi. Pajak impor yang saat ini dinilai terlalu rendah membuat mobil-mobil asal Tiongkok dijual dengan harga yang sangat kompetitif.

Terdapat ketimpangan biaya produksi yang cukup signifikan antara mobil rakitan dalam negeri dengan unit impor. Produksi mobil secara lokal di Thailand diketahui 30 hingga 40 persen lebih mahal dibandingkan mendatangkan unit langsung dari Cina.

Berikut adalah poin-poin utama yang diajukan oleh asosiasi otomotif dalam proposal mereka:

  • Menuntut kenaikan pajak cukai untuk mobil listrik CBU menjadi minimal 32 persen.
  • Menciptakan selisih pajak sebesar 30 persen antara kendaraan listrik rakitan lokal dan unit impor.
  • Mempertahankan tarif pajak rendah sebesar 2 persen khusus untuk mobil listrik yang diproduksi di pabrik Thailand.
  • Mendorong percepatan investasi asing melalui pembangunan fasilitas manufaktur di dalam negeri.

Rangkaian usulan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem persaingan yang lebih adil bagi para pemain industri lama. Dengan adanya regulasi pajak yang lebih ketat, produsen diharapkan tidak hanya menjual produk tetapi juga berkontribusi pada ekonomi lokal.

Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Langkah menaikkan pajak ini juga memiliki tujuan jangka panjang untuk menarik investasi dari merek-merek otomotif Tiongkok. Pemerintah diharapkan bisa memaksa produsen tersebut untuk membangun pabrik perakitan di wilayah Thailand.

Jika produsen global mulai membuka pabrik di sana, hal ini diyakini akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Selain itu, transfer teknologi otomotif akan terjadi lebih cepat demi kemajuan industri nasional Thailand.

Ringkasan perbandingan usulan tarif pajak yang diajukan asosiasi otomotif:

Kategori Kendaraan Pajak Saat Ini (Perkiraan) Usulan Pajak Baru
Mobil Listrik Impor (CBU) Rendah/Minimal Minimal 32%
Mobil Listrik Rakitan Lokal 2% 2% (Tetap)

Tabel tersebut menunjukkan adanya keinginan asosiasi untuk memperlebar jarak beban pajak guna melindungi produsen lokal. Perbedaan tarif yang mencolok diharapkan menjadi daya tarik utama bagi investor untuk melakukan lokalisasi produksi di Thailand.

Artikel terkait

Rekomendasi