Satu keluarga dilaporkan meninggal dunia saat sedang berkemah di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Misteri kematian mereka perlahan terungkap, diduga akibat keracunan gas yang dihasilkan dari pembakaran barbeque yang mereka lakukan.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa hasil autopsi telah dilakukan pada Kamis, 28 Mei, dan selesai siang hari. Menurut keterangan awal dari dokter yang melakukan pemeriksaan, terdapat dua kemungkinan penyebab kematian. Yang pertama adalah keracunan makanan, dan yang kedua kemungkinan besar keracunan gas hasil pembakaran," jelas Iptu I Komang Mahendra Deputra, Kasat Reskrim Polres Temanggung.
Pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Di lokasi kejadian, polisi menemukan satu set kompor gas portable.
"Barang-barang yang diamankan termasuk lima ponsel dengan merek beragam, satu unit mobil Honda Jazz, satu kamera, serta kompor gas portable dan tungku tanah liat untuk membakar briket," tambah Komang.
Polisi juga memeriksa sisa makanan seperti daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang dibawa oleh korban untuk acara barbeque di lokasi kejadian. Memang, kompor gas portable tersebut ditemukan dalam keadaan 'off', namun letaknya yang dekat dengan mulut tenda menimbulkan kecurigaan akan adanya gas karbon monoksida yang terperangkap di dalam tenda.
Menurut Komang, kemungkinan asap hasil pembakaran terhisap hingga masuk ke dalam tenda. Karena tenda berbentuk limas, asap lalu terperangkap dan mengakibatkan para korban terpapar.
Kemungkinan setelah melakukan kegiatan barbeque, korban beristirahat dengan tenda yang tertutup rapat. Ventilasi yang tertutup di kedua sisi juga turut membuka kemungkinan bahwa gas berbahaya ini bisa terhirup terus-menerus, seperti yang disampaikan pihak Dokkes Polda Jawa Tengah.
"Seluruh peralatan dan makanan memang dibawa langsung oleh korban," ungkap Komang. Dalam tenda tidak ditemukan alat pemanas atau water heater, hanya ada dua kasur dan sleeping bag. Sejauh ini, hasil autopsi masih dalam pemeriksaan dan kemungkinan akan memakan waktu sekitar 2–5 hari.
Sebelumnya diberitakan, jasad keempat anggota keluarga ditemukan petugas penginapan saat mengingatkan waktu check out pada Rabu, 27 Mei. Petugas tidak mendapatkan respons sehingga membuka pintu tenda dan menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa.
Keempat korban adalah Muhammad Ali Munawar (52), Alvino Evan Hakim (17), Bagas Amar Hakiki (21), dan seorang perempuan bernama Maghfirah (43). Mereka adalah warga Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
```