Warga di Jalan Nurul Hidayah, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, tengah diliputi rasa cemas akibat insiden peluru nyasar. Proyektil misterius tersebut dilaporkan menembus plafon rumah salah satu warga setempat hingga memicu kepanikan.
Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad, memberikan konfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (20/5) pagi sekitar pukul 09.50 WIB. Ia memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden yang mengejutkan warga ini.
Meskipun tidak ada korban personel, hantaman peluru tersebut mengakibatkan kerusakan fisik pada bagian atap rumah. Kompol Rohmad menyebutkan bahwa kerusakan hanya terjadi pada bagian plafon dan asbes yang berlubang akibat terjangan proyektil.
Kronologi Kejadian Menurut Pemilik Rumah
Hamidah, pemilik rumah yang menjadi lokasi jatuhnya peluru, menceritakan detik-detik peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut. Ia mengaku sempat mendengar suara ledakan kecil yang awalnya ia kira berasal dari bunyi petasan.
Kecurigaan mulai muncul saat ia menyadari suara tersebut terdengar cukup asing meski volumenya tidak terlalu keras. Setelah melakukan pengecekan di sekitar ruangan, Hamidah terkejut menemukan benda kecil yang ternyata adalah sebutir peluru.
Rasa penasaran membawa Hamidah untuk memeriksa bagian atap rumahnya guna mencari tahu arah datangnya benda asing tersebut. Ia kemudian melihat adanya lubang di plafon rumah yang diduga kuat menjadi jalur masuk peluru dari luar.
Butuh waktu beberapa saat bagi Hamidah untuk benar-benar menyadari bahwa rumahnya baru saja tertembus peluru nyasar. "Justru setelah lewat sekian menit, saya baru sadar kalau ada lubang besar di sini (plafon)," tuturnya saat memberikan keterangan.
Kepanikan semakin terasa karena saat insiden terjadi, Hamidah sedang bersantai di ruang tengah bersama buah hatinya. Ia sedang duduk di sofa, sementara anaknya berada di lantai dalam posisi berbaring untuk beristirahat.
Poin mengejutkan terkait lokasi jatuhnya peluru di dalam rumah adalah sebagai berikut:
- Lubang di plafon berada tepat di atas posisi kepala sang anak yang sedang tidur di lantai.
- Peluru tersebut jatuh di samping kaki sang anak dengan posisi sedikit miring.
- Hamidah berada di sofa yang jaraknya sangat dekat dengan titik jatuhnya proyektil tersebut.
- Sang anak langsung mengalami syok berat dan ketakutan segera setelah kejadian berlangsung.
Hamidah mengaku sangat bersyukur karena peluru tersebut tidak mengenai kepala atau anggota tubuh anaknya. Ia menceritakan bahwa sesaat setelah peluru jatuh, anaknya yang ketakutan langsung memeluknya tanpa bisa berkata-kata.
Kondisi Fisik Proyektil Peluru
Secara spontan, Hamidah sempat mengambil dan memegang peluru tersebut sesaat setelah menyentuh lantai rumahnya. Ia mengungkapkan bahwa suhu proyektil tersebut masih terasa panas saat bersentuhan dengan kulit tangannya.
Selain suhu yang panas, Hamidah memperhatikan bahwa bentuk bagian ujung peluru tersebut sudah dalam keadaan bengkok. Ia menduga perubahan bentuk itu terjadi akibat benturan keras dengan material plafon dan lantai rumah.
Ciri-ciri fisik proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian adalah:
- Warna peluru menyerupai logam kuningan yang mengkilap.
- Ukurannya diperkirakan mencapai satu setengah ruas jari kelingking orang dewasa.
- Tidak terlihat adanya nomor seri atau tanda pengenal khusus pada permukaan peluru.
- Bagian ujung peluru tampak tumpul atau bengkok setelah menghantam sasaran.
Hamidah mengaku sebagai orang awam yang tidak memahami detail teknis mengenai persenjataan atau jenis amunisi. Ia baru menyadari pentingnya nomor seri setelah beberapa rekannya menanyakan hal tersebut untuk keperluan identifikasi.
Langkah Penyelidikan Kepolisian
Pihak Kepolisian Sektor Ciracas bergerak cepat untuk menyelidiki asal-usul senjata api yang memuntahkan peluru tersebut. Hingga saat ini, jenis senjata yang digunakan masih menjadi teka-teki dan dalam tahap pendalaman petugas.
Kapolsek Ciracas menegaskan bahwa proses hukum terus berjalan untuk memastikan keamanan di lingkungan masyarakat. "Penyelidikan masih berlangsung untuk mencari tahu kecocokan senjata api dengan peluru tersebut," ujar Kompol Rohmad.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Hotman Capandi, menyatakan bahwa barang bukti telah diserahkan untuk diperiksa secara ilmiah. Pengujian mendalam diperlukan untuk mengetahui spesifikasi teknis dari proyektil yang ditemukan warga.
Tahapan identifikasi yang sedang dilakukan kepolisian meliputi:
- Uji balistik secara menyeluruh oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
- Pemeriksaan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
- Pencarian informasi mengenai kemungkinan adanya latihan menembak atau penggunaan senjata api di sekitar area tersebut.
- Analisis sudut kemiringan lubang plafon untuk menentukan arah lintasan peluru.
Pihak kepolisian saat ini masih menunggu laporan resmi dari hasil uji balistik yang dilakukan oleh tim ahli Puslabfor. Keterangan dari laboratorium forensik akan menjadi kunci utama dalam mengungkap siapa pemilik senjata dan dari mana peluru itu berasal.
Selain mengandalkan bukti fisik, penyidik juga terus mengumpulkan informasi tambahan dari warga sekitar Jalan Nurul Hidayah. Langkah ini diambil guna memastikan apakah ada aktivitas mencurigakan atau suara serupa yang terdengar oleh tetangga Hamidah.