Kondisi fasilitas bagi pelaku usaha kecil di Kota Mataram kini tengah menjadi sorotan tajam. Belasan lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di kawasan Teras Udayana tampak terbengkalai dan mulai mengalami kerusakan.
Bangunan yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 1,6 miliar tersebut saat ini sepi dari aktivitas perdagangan. Berdasarkan pantauan di lapangan, belasan gerai berukuran 4x4 meter itu tampak kotor dan ditinggalkan begitu saja tanpa penghuni.
Fasilitas Mewah yang Tak Kunjung Beroperasi
Kondisi lapak yang tak terurus ini sangat kontras dengan nilai investasi yang telah dikucurkan oleh pemerintah. Sejak dibangun, fasilitas ini diharapkan menjadi pusat ekonomi kreatif baru, namun kenyataannya justru belum beroperasi secara maksimal.
Kerusakan mulai terlihat di beberapa sudut bangunan akibat tidak adanya perawatan rutin dan pemanfaatan oleh pedagang. Area yang dulunya disiapkan untuk menampung produk lokal kini hanya menjadi bangunan kosong yang kusam.
Berikut adalah ringkasan fakta terkait kondisi lapak UMKM di Teras Udayana Mataram:
| Aspek Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Lokasi Bangunan | Kawasan Teras Udayana, Kota Mataram |
| Nilai Anggaran | Sekitar Rp 1,6 Miliar |
| Ukuran Lapak | Masing-masing berukuran 4x4 meter |
| Status Saat Ini | Terbengkalai dan mengalami kerusakan fisik |
Data di atas menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi yang hilang akibat fasilitas yang tidak segera dioptimalkan kegunaannya. Hingga kini, belum ada kepastian kapan seluruh lapak tersebut akan benar-benar berfungsi kembali.
Upaya Penataan Ulang oleh Pemerintah Kota
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Irwan Harimansyah, mengakui bahwa belasan lapak tersebut memang belum dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini sedang dalam proses menata ulang kawasan tersebut agar bisa kembali hidup.
Meskipun sempat diresmikan secara seremonial, aktivitas di lokasi tersebut meredup tak lama kemudian hingga akhirnya sepi pembeli. Irwan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum memungut retribusi apa pun karena fasilitas tersebut belum bisa digunakan secara maksimal oleh para pedagang.
Langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Dinas Perdagangan:
- Memanggil kembali para pelaku UMKM yang sebelumnya pernah menempati lapak tersebut untuk mencari solusi bersama.
- Melakukan koordinasi lintas sektoral dengan Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
- Memberikan waktu selama tiga bulan bagi para pedagang untuk berembuk mengenai skema pengelolaan ke depan.
- Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk menyelenggarakan berbagai acara atau event rutin guna menarik minat pengunjung.
Rencana penataan ini diharapkan mampu memberikan napas baru bagi kawasan Teras Udayana yang saat ini tampak mati suri. Koordinasi antar instansi menjadi kunci utama agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan cepat.
Harapan Pedagang Terhadap Keramaian Kawasan
Irwan Harimansyah menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami alasan utama para pelaku UMKM meninggalkan fasilitas tersebut. Namun, dari diskusi awal, para pedagang menyuarakan keinginan agar pemerintah lebih aktif menggelar acara di lokasi tersebut.
Kehadiran event atau hiburan dinilai sangat krusial untuk mengundang keramaian masyarakat ke Teras Udayana. Tanpa adanya daya tarik bagi pengunjung, para pedagang merasa kesulitan untuk mendapatkan omzet yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Pihak Dinas Perdagangan berjanji akan memfasilitasi aspirasi tersebut dengan menggandeng Dinas Pariwisata sebagai penyelenggara acara. Targetnya, dalam beberapa bulan ke depan, wajah Teras Udayana bisa berubah menjadi pusat aktivitas warga yang produktif kembali.