Microsoft Rilis Chip Majorana 2 Terbaru, Era Komputer Kuantum Kian Dekat di 2026

Microsoft Rilis Chip Majorana 2 Terbaru, Era Komputer Kuantum Kian Dekat di 2026
Foto: Microsoft Rilis Chip Majorana 2 Terbaru, Era Komputer Kuantum Kian Dekat di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Microsoft secara resmi memperkenalkan chip komputasi kuantum terbaru mereka, Majorana 2, dalam ajang konferensi pengembang Microsoft Build pada Rabu (3/6/2026). Chip ini hadir sebagai penerus dari generasi sebelumnya, Majorana 1, yang baru saja diluncurkan pada Februari 2025 lalu.

Kehadiran Majorana 2 membawa desain inovatif yang dikembangkan melalui platform agen kecerdasan buatan (AI) bernama Discovery. Pengembangan ini bertujuan utama untuk mempercepat terciptanya komputer kuantum yang dapat digunakan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Peningkatan Material dan Performa Signifikan

Chetan Nayak, selaku Technical Fellow dan Corporate VP Quantum Hardware Microsoft, menjelaskan bahwa struktur material pada Majorana 2 mengalami peningkatan besar dibandingkan pendahulunya. Perubahan ini dilakukan untuk mengejar efisiensi dan stabilitas sistem yang lebih baik.

Berikut adalah beberapa perubahan material utama yang diimplementasikan pada chip Majorana 2:

  • Material Superkonduktor: Penggunaan bahan aluminium pada generasi pertama kini digantikan oleh timbal.
  • Semikonduktor Aktif: Wilayah ini sekarang menggunakan kombinasi antara indium arsenide dan indium arsenide antimonide.

Kombinasi material baru tersebut diklaim mampu menghasilkan lonjakan kinerja yang sangat signifikan bagi unit pemrosesan tersebut. Transformasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas operasional chip kuantum Microsoft di masa depan.

Stabilitas Qubit yang Jauh Lebih Unggul

Desain baru pada Majorana 2 dirancang khusus untuk melindungi qubit dari gangguan eksternal, sehingga tingkat kestabilannya meningkat tajam. Sebagai unit dasar informasi kuantum, qubit memang dikenal sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan, termasuk radiasi kosmik.

Microsoft mengklaim bahwa qubit pada chip terbaru ini memiliki keandalan hingga 1.000 kali lipat lebih baik daripada versi sebelumnya. Perbandingan ini diibaratkan seperti perbedaan daya tahan baterai ponsel yang bertahan harian dengan ponsel yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun.

Stabilitas ini dibuktikan dengan masa pakai rata-rata qubit yang mencapai 20 detik, bahkan beberapa di antaranya mampu bertahan hingga satu menit. Durasi ini merupakan pencapaian besar dalam dunia komputasi kuantum untuk menjaga integritas data.

Target Komersial pada Tahun 2029

Berkat kemajuan teknologi ini, Microsoft merasa optimis dapat mewujudkan komputer kuantum fungsional lebih cepat dari perkiraan semula. Perusahaan kini menargetkan peta jalan tersebut dapat terealisasi sepenuhnya pada tahun 2029.

Zulfi Alam, Corporate Vice President Microsoft Quantum, menyatakan bahwa pada tahun tersebut mereka akan memiliki mesin kuantum yang siap menangani masalah komersial. Teknologi ini diharapkan mampu memberikan solusi bernilai tinggi bagi berbagai sektor industri global.

Rincian target dan pencapaian pengembangan chip kuantum Microsoft dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Aspek Pengembangan Keterangan pada Majorana 2
Target Realisasi Tahun 2029
Tingkat Keandalan 1.000x lebih baik dari Majorana 1
Masa Pakai Qubit Rata-rata 20 detik hingga 1 menit
Tujuan Utama Komputer kuantum toleran kesalahan (fault-tolerant)

Keberhasilan ini dipandang sebagai tonggak sejarah menuju terciptanya sistem komputer yang mampu menyelesaikan persoalan rumit di bidang sains dan kesehatan. Kemampuan pengolahan data yang masif akan menjadi kunci perubahan di masa depan.

Ketersediaan Platform AI Discovery

Selain memperkenalkan perangkat keras baru, Microsoft juga mengumumkan bahwa platform AI Discovery akan segera tersedia bagi publik. Platform ini merupakan alat bantu yang digunakan para ahli dalam merancang Majorana 2.

Discovery disiapkan untuk membantu para peneliti dan insinyur dalam membangun alur kerja berbasis kecerdasan buatan di bidang rekayasa. Hal ini mencakup percepatan penemuan material baru hingga desain teknologi masa depan yang lebih efisien.

Artikel terkait

Rekomendasi