Menteri PU Ungkap Alasan Mengejutkan Lambatnya Progres Sekolah Rakyat 2026

Menteri PU Ungkap Alasan Mengejutkan Lambatnya Progres Sekolah Rakyat 2026
Foto: Menteri PU Ungkap Alasan Mengejutkan Lambatnya Progres Sekolah Rakyat 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, secara terbuka menyatakan rasa kecewanya terhadap lambatnya kemajuan proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menyebut adanya praktik tidak terpuji di internal kementeriannya yang menyebabkan proyek strategis tersebut sempat terbengkalai.

Berdasarkan data hingga 20 Mei 2026, realisasi fisik pembangunan baru menyentuh angka 58 hingga 59 persen. Kondisi ini dinilai jauh dari target yang diharapkan, mengingat tenggat waktu yang semakin mendesak.

Penyebab Utama Keterlambatan Proyek

Dody mengungkapkan kekesalannya karena menemukan kontrak pembangunan yang durasinya justru melampaui jadwal operasional sekolah. Padahal, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar seluruh fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan pada Juni 2026.

Instruksi Presiden tersebut bertujuan agar para siswa bisa langsung memulai aktivitas belajar pada tahun ajaran baru di bulan Juli mendatang. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan beberapa kontrak baru berakhir pada Juli, bahkan hingga Oktober 2026.

Faktor internal yang menghambat jalannya pembangunan Sekolah Rakyat antara lain:

  • Adanya oknum yang melakukan tindakan tidak terpuji pada tahap awal pelaksanaan proyek konstruksi.
  • Arahan serta solusi teknis dari Menteri PU yang tidak diimplementasikan secara maksimal oleh tim di lapangan.
  • Penanganan masalah teknis yang berlarut-larut sehingga menghambat jadwal pengerjaan bangunan.
  • Struktur kontrak kerja yang tidak selaras dengan target operasional tahun ajaran baru.

Dody menjelaskan bahwa seharusnya berbagai kendala teknis sudah bisa dituntaskan pada periode Januari hingga Februari 2026. Ia sangat menyayangkan sikap jajaran bawahannya yang dianggap tidak sejalan dengan visi percepatan pembangunan pemerintah.

Langkah Tegas dan Pencopotan Jabatan

Keterlambatan ini dianggap sangat mengejutkan karena proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis yang diisi oleh tenaga profesional. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan pencapaian target, Menteri PU mengambil tindakan tegas.

Ia mengonfirmasi telah memberhentikan sejumlah pejabat dari posisinya akibat kinerja yang tidak memuaskan dalam proyek ini. Dody menegaskan bahwa keterlambatan seperti ini seharusnya tidak terjadi dalam organisasi yang diisi oleh tenaga ahli berpengalaman.

Berikut adalah ringkasan progres dan komitmen penyelesaian proyek Sekolah Rakyat:

Indikator Proyek Status / Jumlah
Realisasi Fisik Mei 2026 58% - 59%
Total Sekolah yang Dibangun 93 Unit
Target Selesai Juni 2026 88 Unit
Awal Tahun Ajaran Baru Juli 2026

Meski menghadapi berbagai kendala serius, Dody tetap menunjukkan optimisme bahwa mayoritas proyek akan tuntas tepat waktu. Ia menargetkan setidaknya 88 dari total 93 sekolah sudah siap digunakan sepenuhnya pada Juni mendatang untuk menyambut siswa baru.

Artikel terkait

Rekomendasi