Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan kepada seluruh pemangku kepentingan olahraga di tanah air agar tidak meragukan dedikasi Presiden Prabowo Subianto terhadap kemajuan sektor olahraga nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada acara Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta.
Erick meyakinkan bahwa Presiden Prabowo dan pihak Kemenpora tetap teguh memberikan dukungan penuh bagi perkembangan olahraga demi mengharumkan nama bangsa. Beliau menekankan bahwa Presiden merupakan bagian dari keluarga besar olahraga Indonesia, sebagaimana dirinya yang juga memiliki komitmen kuat karena latar belakangnya di bidang yang sama.
Saat ini, pemerintah sedang melakukan proses penataan ulang besar-besaran untuk memperbaiki ekosistem olahraga di dalam negeri secara menyeluruh. Kemenpora tengah aktif menjalin kolaborasi lintas sektor dengan berbagai kementerian untuk menciptakan sinergi yang lebih kokoh dalam mendukung pembinaan atlet serta infrastruktur.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan payung hukum baru yang mengatur pelaksanaan ajang olahraga pelajar dan mahasiswa agar lebih terintegrasi. Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) nantinya akan dikoordinasikan langsung dengan Kemendikdasmen, sementara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selain penataan kompetisi, Kemenpora juga menjalankan amanat Presiden dengan menyediakan program beasiswa khusus bagi para atlet untuk menempuh pendidikan di dalam negeri. Dukungan ini diperkuat dengan alokasi kuota khusus sebanyak 100 beasiswa melalui jalur LPDP demi menjamin masa depan akademik para pejuang olahraga.
Pemerintah juga telah menyepakati Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang melibatkan Kemendagri, Kemenpora, serta Kementerian UMKM dengan pengawasan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Kesepakatan ini memungkinkan seluruh fasilitas cabang olahraga di daerah dapat dikelola secara kolaboratif melalui kerja sama dengan federasi atau organisasi olahraga terkait.
Pencapaian Diplomasi Olahraga dan Rencana Regional
Erick Thohir turut memaparkan keberhasilan Kemenpora dalam menyelenggarakan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 yang menghasilkan Deklarasi Bali. Pertemuan ini bertujuan menyatukan visi para menteri pemuda dan olahraga se-Asia Tenggara guna memperkuat posisi kawasan dalam peta persaingan global.
Melalui Deklarasi Bali, negara-negara Asia Tenggara sepakat untuk menciptakan kekayaan intelektual (IP) olahraga sendiri, mencontoh ajang prestisius dunia seperti London Marathon. Rencananya, ajang Asean Marathon akan mulai digelar pada tahun 2027 dan 2028 dengan melibatkan empat negara pionir yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Transformasi Regulasi dan Target Global
Kemenpora saat ini sedang dalam tahap finalisasi Permenpora Nomor 08 Tahun 2026 yang bertujuan melakukan deregulasi besar-besaran terhadap aturan yang ada. Sebanyak 191 peraturan lama dipangkas menjadi hanya 4 aturan pokok, yang sekaligus merampingkan jumlah pasal dari 1.500 menjadi 600 pasal saja.
Langkah deregulasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melakukan transformasi sistem yang lebih efektif untuk mendukung prestasi atlet di berbagai level. Erick menyatakan bahwa Indonesia harus mampu meningkatkan daya saing di tingkat Asia Tenggara, Benua Asia, hingga menembus jajaran elit dunia.
Sebagai penutup, Menpora mengingatkan bahwa ekosistem olahraga tidak boleh hanya dipandang dalam skala nasional melainkan harus diselaraskan dengan standar internasional. Kemenpora bersama seluruh elemen olahraga berkomitmen untuk terus berbenah agar Indonesia bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem olahraga dunia.
| Kategori Reformasi | Data dan Detail Perubahan |
|---|---|
| Penyederhanaan Regulasi | 191 aturan menjadi 4 aturan (1.500 pasal menjadi 600 pasal) |
| Beasiswa Atlet | Alokasi 100 beasiswa melalui jalur LPDP |
| Rencana Asean Marathon | Target pelaksanaan tahun 2027 dan 2028 di 4 negara |
| Koordinasi Lembaga | Sinergi antara Kemenpora, Kemendikdasmen, Kemendiknas-Ristek, Kemendagri, UMKM, dan PU |