Lionel Messi Cetak Sejarah, Jadi Pesepak Bola Pertama Raih Princess of Asturias Award 2026

Lionel Messi Cetak Sejarah, Jadi Pesepak Bola Pertama Raih Princess of Asturias Award 2026
Foto: Lionel Messi Cetak Sejarah, Jadi Pesepak Bola Pertama Raih Princess of Asturias Award 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Bintang sepak bola dunia, Lionel Messi, kembali mencetak sejarah dengan meraih penghargaan bergengsi Princess of Asturias Award for Sports 2026. Kapten Timnas Argentina ini menjadi pemain sepak bola individu pertama yang berhasil mengamankan gelar tersebut sepanjang sejarah pelaksanaannya.

Kabar membahagiakan ini diterima Messi saat dirinya sedang fokus menjalani pemusatan latihan bersama tim nasional untuk persiapan Piala Dunia 2026. Melansir dari ESPN, Messi mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas apresiasi luar biasa yang ia terima dari Spanyol tersebut.

Messi merasa sangat terhormat karena penghargaan ini tidak hanya menilai performanya saat mengolah bola di atas rumput hijau. Menurutnya, aspek penilaian yang mencakup aktivitasnya di luar lapangan memberikan makna yang jauh lebih mendalam bagi pribadinya.

Pemain Inter Miami tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan ucapan selamat. Ia menutup pernyataannya dengan pesan hangat serta antusiasme untuk segera menerima penghargaan bergengsi tersebut secara resmi.

Alasan Pemilihan Lionel Messi

Dewan juri yang diketuai oleh Teresa Perales memilih Messi karena kombinasi unik antara bakat luar biasa dan dedikasi sosial yang konsisten. Selain prestasi teknis, Messi dianggap sebagai teladan dalam mengutamakan kerja sama tim di atas kepentingan individu.

Juri juga menyoroti peran aktif Messi dalam membantu anak-anak kurang mampu melalui berbagai inisiatif amal di seluruh dunia. Kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi poin krusial yang membuatnya layak menyandang gelar tersebut.

Berikut adalah faktor utama yang mendasari pemberian penghargaan kepada Lionel Messi:

  • Karier olahraga yang cemerlang dan penuh dengan prestasi di tingkat klub maupun internasional.
  • Kontribusi nyata dalam kegiatan sosial melalui akses pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak.
  • Sikap rendah hati yang konsisten sehingga mendapatkan rasa hormat dari kawan maupun lawan.
  • Kemampuan luar biasa untuk selalu mengutamakan kepentingan kolektif dalam setiap permainan.

Karakter Messi di dalam dan luar lapangan dinilai memberikan dampak positif bagi dunia olahraga secara global. Hal ini memperkuat posisinya sebagai ikon yang tidak hanya hebat dalam bertanding, tetapi juga memiliki empati tinggi.

Deretan Prestasi yang Semakin Lengkap

Penghargaan Princess of Asturias ini seolah menjadi pelengkap sempurna bagi perjalanan karier panjang Messi yang dipenuhi trofi. Di level internasional, ia telah memenangkan hampir semua kompetisi besar bersama tim nasional Argentina.

Keberhasilannya membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 serta trofi Copa América berturut-turut menjadi bukti dominasinya. Tidak hanya di level negara, Messi juga mencatatkan sejarah manis saat membela Barcelona dan klubnya saat ini, Inter Miami.

Daftar pencapaian prestisius yang telah diraih oleh Lionel Messi sepanjang kariernya:

Kategori Pencapaian Utama
Tim Nasional Piala Dunia (2022), Copa América (2021, 2024), Emas Olimpiade (2008).
Level Klub 10 Gelar LaLiga, 4 Liga Champions, MLS Cup (2025), Leagues Cup (2023).
Individu 8 Ballon d'Or, 2 kali MVP MLS, 9 kali Pemain Terbaik LaLiga.

Data di atas menunjukkan betapa konsistennya performa Messi dalam menjaga level permainannya selama hampir dua dekade. Dengan gelar terbaru ini, namanya kini bersanding dengan legenda olahraga lain seperti Rafael Nadal dan Michael Schumacher.

Kini, fokus utama Messi adalah memimpin skuad Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara di ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Argentina dijadwalkan akan memulai laga perdana grup melawan Aljazair pada pertengahan Juni 2026.

Setelah menghadapi Aljazair, tantangan berikutnya bagi Messi dan kawan-kawan adalah menghadapi perlawanan dari Austria dan Yordania. Turnamen ini menjadi kesempatan bagi sang megabintang untuk terus memperpanjang catatan rekor emasnya sebelum gantung sepatu.

Artikel terkait

Rekomendasi