Penggunaan bahasa Indonesia pada masa awal kemerdekaan ternyata belum sesempurna sekarang, termasuk absennya kata ganti orang kedua yang sopan. Tahukah Anda bahwa kata "Anda" yang kita gunakan sehari-hari ternyata merupakan buah pemikiran dari seorang prajurit TNI Angkatan Udara?
Sosok di balik inovasi bahasa ini adalah Sabirin, pria kelahiran Bukittinggi pada 5 Agustus 1917 yang memiliki ketertarikan mendalam pada linguistik. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah rajin membaca literatur dari Balai Pustaka dan unggul dalam pelajaran bahasa Melayu.
Keresahan Sabirin muncul saat melihat masyarakat pribumi pada tahun 1930-an lebih gemar menggunakan istilah bahasa Belanda ketimbang bahasa ibu sendiri. Banyak orang kala itu sering mencampuradukkan percakapan dengan kata seperti "ikke" untuk saya dan "u" atau "ij" untuk mengganti kata kamu.
Fenomena penggunaan bahasa asing yang dianggap lebih bergengsi tersebut terus mengusik pikiran Sabirin hingga ia beranjak dewasa. Ia pun mulai mencari alternatif kata ganti orang kedua asli Indonesia yang terasa netral namun tetap memiliki kesan hormat.
Perjalanan Menemukan Kata Anda
Pada tahun 1953, Sabirin yang kala itu sudah berpangkat Letnan Dua (Letda) di TNI-AU, aktif mengikuti berbagai diskusi mengenai perkembangan bahasa Indonesia. Ia bertekad menemukan kata yang bisa menggantikan "you" dalam bahasa Inggris tanpa harus meminjam istilah asing lainnya.
Titik terang muncul pada Desember 1955 saat Sabirin mempelajari Kamus Modern Bahasa Indonesia karya Sutan Muhammad Zain. Di sana, ia menemukan penjelasan mengenai kata "anakanda" yang berasal dari akar kata bahasa Kawi.
Beberapa fakta menarik mengenai asal-usul kata tersebut antara lain adalah:
- Akar Bahasa Kawi: Kata "anda" atau "nda" memiliki arti sosok yang mulia atau terhormat dalam tradisi bahasa lama.
- Perubahan Makna: Awalnya istilah ini hanya digunakan secara eksklusif bagi keturunan raja atau keluarga bangsawan.
- Fungsi Penghormatan: Seiring waktu, kata tersebut mulai digunakan secara umum untuk memanggil orang lain dengan cara yang lebih santun.
- Alternatif Netral: Sabirin melihat potensi kata "anda" sebagai penengah antara kata "kamu" yang terlalu akrab dan "engkau" yang terasa kaku.
Setelah menemukan inspirasi tersebut, Sabirin tidak langsung mempublikasikannya, melainkan melakukan riset mendalam dan menyempurnakan konsepnya. Ia ingin memastikan bahwa kata baru ini benar-benar selaras dengan tata bahasa Indonesia yang sedang berkembang.
Publikasi dan Pengakuan Nasional
Tepat pada 21 Februari 1957, Sabirin memberanikan diri mengirimkan naskah usulannya ke redaksi surat kabar Pedoman di Jakarta. Ia juga mengirimkan salinan tulisannya kepada tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Yamin dan Prof. Sutan Takdir Alisjahbana untuk mendapatkan tinjauan pakar.
Gagasan tersebut akhirnya resmi diperkenalkan kepada publik melalui artikel berjudul "Memperkenalkan Kata Baru: ANDA" pada 28 Februari 1957. Sabirin menjelaskan bahwa kata ini bertujuan untuk menyetarakan posisi lawan bicara agar tetap sopan namun tidak berlebihan.
Berikut adalah ringkasan profil singkat Sabirin sebagai pencetus kata Anda:
| Aspek | Informasi Terkait |
|---|---|
| Nama Lengkap | Sabirin |
| Tempat, Tanggal Lahir | Bukittinggi, 5 Agustus 1917 |
| Profesi Utama | Prajurit TNI Angkatan Udara (Letda) |
| Tanggal Publikasi Kata | 28 Februari 1957 |
| Media Publikasi | Harian Pedoman |
Data di atas menunjukkan bahwa kontribusi besar dalam bahasa nasional tidak hanya datang dari kalangan sastrawan, tetapi juga dari seorang prajurit yang peduli identitas bangsa. Berkat inisiatif Sabirin, kini masyarakat memiliki kata ganti yang demokratis dan menghargai martabat sesama pengguna bahasa.
Kini, kata "Anda" telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam komunikasi formal maupun sehari-hari di seluruh pelosok negeri. Jejak sejarah ini menjadi pengingat pentingnya inovasi dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia di tengah pengaruh budaya global.