Mengenal Andes dan Seoul: Dua Jenis Hantavirus Paling Viral Saat Ini

Mengenal Andes dan Seoul: Dua Jenis Hantavirus Paling Viral Saat Ini
Foto: Ilustrasi Mengenal Andes dan Seoul: Dua Jenis Hantavirus Paling Viral Saat Ini.
Ukuran teks

Belakangan ini terdapat dua jenis hantavirus yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat karena kemunculannya di berbagai wilayah. Pertama adalah andes virus (ANDV) yang tengah mewabah di kapal pesiar MV Hondius hingga menelan tiga korban jiwa, serta seoul virus (SEOV) yang diketahui sudah lama tersebar luas termasuk di wilayah Indonesia.

Perlu dipahami bahwa hantavirus merupakan istilah payung bagi puluhan jenis virus yang bernaung di bawah keluarga Hantaviridae. Setiap varian virus dalam kelompok ini memiliki karakteristik serta sifat yang berbeda-beda satu sama lain.

Perbedaan Karakteristik Andes Virus dan Seoul Virus

Andes virus merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang memiliki kemampuan unik untuk menular antarmanusia dengan wilayah persebaran dominan di Amerika Selatan, khususnya Argentina. Infeksi virus ini memicu kondisi medis yang disebut Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang secara spesifik menyerang sistem pernapasan pasien.

Meskipun tingkat kematian akibat andes virus tergolong tinggi atau lebih mematikan, kasus infeksinya sendiri sebenarnya masih dianggap langka di dunia medis. Di sisi lain, seoul virus memiliki jangkauan persebaran yang jauh lebih luas karena telah terdeteksi merata di Asia hingga ke berbagai belahan dunia lainnya.

Seoul virus menyebabkan penyakit Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang ditandai dengan adanya perdarahan serta gangguan pada fungsi ginjal. Berbeda dengan andes virus, gejala seoul virus cenderung lebih ringan dan metode penularannya sejauh ini hanya terjadi melalui kontak dari hewan ke manusia.

Data Perbandingan Spesifikasi Virus

Karakteristik Andes Virus (ANDV) Seoul Virus (SEOV)
Nama Penyakit Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Wilayah Persebaran Amerika Selatan (Argentina) Asia dan Seluruh Dunia (Termasuk Indonesia)
Metode Penularan Antarmanusia dan Hewan ke Manusia Hanya dari Hewan ke Manusia (Zoonosis)
Organ Target Sistem Pernapasan (Paru-paru) Ginjal dan Sistem Peredaran Darah
Tingkat Bahaya Sangat Mematikan tapi Langka Gejala Lebih Ringan dan Menyebar Luas

Masyarakat diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat sebagai langkah pencegahan utama. Di Indonesia sendiri, tercatat sudah ada sekitar 23 kasus hantavirus dengan rincian sebaran serta gejala klinis yang patut diwaspadai oleh publik.

Hantavirus kembali menjadi sorotan tajam setelah memicu ledakan kasus atau outbreak yang cukup serius di kapal pesiar mewah MV Hondius. Varian andes yang muncul dalam insiden tersebut memicu kekhawatiran karena sifatnya yang bisa menular antarmanusia sehingga sempat dikaitkan dengan potensi ancaman pandemi baru.

Artikel terkait

Rekomendasi