Mengejutkan, Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Persoalkan Nafkah di 2026

Mengejutkan, Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Persoalkan Nafkah di 2026
Foto: Mengejutkan, Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Persoalkan Nafkah di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas setelah keduanya terlibat saling sindir mengenai nafkah anak dan hak asuh. Konflik terbaru ini mencuat ke publik dengan melibatkan isu tunggakan biaya hingga kedatangan penagih utang.

Pihak Sarwendah mengungkapkan rasa keberatannya terkait aset kendaraan dan biaya pendidikan anak yang dianggap mulai terbengkalai. Sementara itu, kubu Ruben Onsu merasa haknya sebagai ayah untuk bertemu buah hatinya telah dibatasi oleh sang mantan istri.

Persoalan Debt Collector dan Biaya Pendidikan

Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, membeberkan bahwa kliennya baru-baru ini didatangi oleh debt collector terkait sebuah mobil. Mobil tersebut diklaim sebagai aset milik Ruben Onsu, namun Sarwendah yang justru harus menghadapi para penagih utang tersebut.

Ini merupakan kali kedua Sarwendah mengalami kejadian serupa sejak akhir tahun 2025 lalu. Abraham menegaskan bahwa kliennya sudah tidak memiliki kaitan lagi dengan kepemilikan kendaraan yang dipermasalahkan itu.

Tak hanya soal kendaraan, Abraham juga menyebutkan bahwa Ruben sudah tidak lagi mengirimkan biaya pendidikan bagi anak-anak mereka. Padahal, sesuai kesepakatan awal, Ruben berkomitmen membiayai sekolah hingga mereka lulus kuliah.

Daftar kewajiban yang kini diklaim ditanggung sepenuhnya oleh Sarwendah:

  • Seluruh biaya sekolah rutin anak-anak.
  • Biaya bimbingan belajar atau les tambahan.
  • Biaya kesehatan dan pengobatan jika anak-anak jatuh sakit.
  • Biaya pemeliharaan anak sehari-hari sejak akhir 2025.

Pihak Sarwendah menyatakan bahwa seluruh biaya tersebut terpaksa ditanggung sendiri oleh kliennya karena pengiriman nafkah dari pihak Ruben terhenti. Hal ini dianggap tidak sejalan dengan perjanjian tertulis yang sudah mereka sepakati sebelumnya.

Pembelaan Ruben Onsu Terkait Nafkah

Menanggapi tuduhan tersebut, Ruben Onsu menyatakan kekecewaannya karena kontribusinya selama bertahun-tahun seolah dilupakan begitu saja. Ia mempertanyakan mengapa pengorbanannya selama ini hanya dinilai dari enam bulan terakhir.

Ruben merasa sudah bekerja keras demi keluarga dan memberikan nafkah yang tidak sedikit sebelum konflik ini meruncing. Ia bahkan menantang pihak Sarwendah untuk menyerahkan pengasuhan anak sepenuhnya kepadanya jika merasa tidak sanggup membiayai.

Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, turut memberikan rincian terkait besaran nafkah yang selama ini dikeluarkan kliennya. Berikut adalah tabel ringkasan fakta versi pihak Ruben Onsu:

Kategori Informasi Keterangan
Besaran Nafkah Rutin Mencapai Rp225 Juta per bulan.
Waktu Penghentian Dimulai sejak Desember 2025 (sekitar 6 bulan).
Alasan Aksi Protes Kesulitan akses bertemu dengan anak-anak.
Status Komitmen Klaim telah melampaui kewajiban yang seharusnya.

Minola menjelaskan bahwa penghentian nafkah tersebut merupakan bentuk aksi protes Ruben karena merasa haknya sebagai ayah diabaikan. Ruben merasa sia-sia memenuhi kewajiban materi jika ia tetap sulit meluangkan waktu bersama anak-anaknya.

Upaya Menghindari Bola Liar

Selama dua tahun terakhir, Ruben mengaku lebih banyak memilih diam untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Namun, ia merasa masalah ini justru terus melebar dan menjadi konsumsi publik yang tidak berujung.

Kini Ruben memilih untuk berbicara melalui kuasa hukum agar segala sesuatunya jelas berdasarkan data yang ada. Ia ingin menegaskan bahwa ia bukan sosok ayah yang lalai tanpa alasan yang mendasar.

Di sisi lain, Sarwendah sempat memberikan respons agar komunikasi dilakukan secara pribadi melalui pesan singkat saja. Ia berharap masalah kunjungan anak tidak perlu diperpanjang di ruang publik agar tidak memperkeruh suasana.

Artikel terkait

Rekomendasi