Mengejutkan, Raymond/Joaquin Ungkap Penyebab Kena Comeback di Final Indonesia Open 2026

Mengejutkan, Raymond/Joaquin Ungkap Penyebab Kena Comeback di Final Indonesia Open 2026
Foto: Mengejutkan, Raymond/Joaquin Ungkap Penyebab Kena Comeback di Final Indonesia Open 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond dan Joaquin, gagal mengamankan gelar juara Indonesia Open 2026 setelah takluk dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Padahal, ganda putra tuan rumah ini sempat mendominasi jalannya pertandingan sejak awal laga dimulai.

Kekalahan ini terasa cukup menyesakkan mengingat Raymond/Joaquin sempat menang telak di gim pertama dengan skor 21-13. Keunggulan tersebut bahkan berlanjut hingga pertengahan gim kedua, di mana mereka sempat memimpin poin cukup jauh.

Kronologi Kegagalan Raymond/Joaquin di Final

Momentum kemenangan sebenarnya sudah berada di depan mata saat Raymond/Joaquin memimpin 14-8 pada gim kedua. Namun, Goh/Nur perlahan mulai bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 14-14.

Setelah berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-18, pasangan Malaysia tersebut tampil semakin percaya diri dan mendominasi gim penentuan. Hasilnya, Goh/Nur mengunci gelar juara setelah menang telak 21-10 di gim ketiga.

Berikut adalah ringkasan skor pertandingan babak final Indonesia Open 2026:

Babak Raymond/Joaquin (INA) Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (MAS) Pemenang
Gim Pertama 21 13 Raymond/Joaquin
Gim Kedua 18 21 Goh/Nur
Gim Ketiga 10 21 Goh/Nur

Data di atas menunjukkan bagaimana pasangan Malaysia mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal jauh di gim pembuka. Penurunan performa Raymond/Joaquin di dua gim terakhir menjadi kunci kemenangan lawan.

Faktor Pengalaman Jadi Pembeda

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Joaquin mengakui bahwa hilangnya kontrol permainan menjadi penyebab utama kekalahan mereka. Ia merasa lawan sangat jeli melihat celah saat dirinya dan Raymond mulai kehilangan fokus di gim kedua.

Joaquin menjelaskan bahwa saat kedudukan 14-8, lawan menyadari ada keraguan dalam permainan mereka setelah kehilangan satu atau dua poin. Momentum tersebut langsung dimanfaatkan oleh pasangan Malaysia untuk terus menekan dan membalikkan keadaan.

Senada dengan rekannya, Raymond menilai faktor jam terbang lawan sangat berpengaruh pada hasil akhir pertandingan ini. Goh/Nur dianggap memiliki ketenangan yang lebih baik saat menghadapi tekanan di poin-poin kritis.

Raymond menegaskan bahwa konsentrasi harus tetap terjaga sepenuhnya hingga pertandingan benar-benar berakhir. Ia menyadari bahwa menghadapi pemain berpengalaman membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama saat posisi sedang unggul.

Puasa Gelar Indonesia Open Berlanjut

Kekalahan Raymond/Joaquin serta Jonatan Christie di partai final membuat Indonesia kembali gagal meraih gelar juara di rumah sendiri. Hasil ini memperpanjang catatan buruk bulutangkis Indonesia dalam turnamen bergengsi level Super 1000 tersebut.

Catatan performa Indonesia di ajang Indonesia Open dalam beberapa tahun terakhir:

  • Tahun 2021: Gelar terakhir diraih oleh pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.
  • Tahun 2022-2025: Indonesia absen meraih podium tertinggi di semua sektor.
  • Tahun 2026: Indonesia kembali hampa gelar setelah dua wakilnya kalah di partai puncak.

Hingga saat ini, Indonesia tercatat sudah lima tahun tidak pernah lagi merasakan gelar juara di ajang Indonesia Open. Kegagalan di tahun 2026 ini menjadi evaluasi besar bagi tim bulutangkis Indonesia untuk menghadapi turnamen internasional mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi