Mengejutkan, Investor Asing Diam-diam Borong Saham Tambang RI di 2026

Mengejutkan, Investor Asing Diam-diam Borong Saham Tambang RI di 2026
Foto: Mengejutkan, Investor Asing Diam-diam Borong Saham Tambang RI di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, ditutup dengan performa yang kurang menggembirakan. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut merosot sebesar 52,18 poin atau setara dengan pelemahan 0,82%.

Kondisi ini membawa IHSG harus mendarat di posisi 6.318 pada akhir sesi perdagangan. Meskipun pasar secara keseluruhan sedang berada di zona merah, terdapat fenomena menarik di mana investor asing justru melakukan aksi beli yang cukup signifikan.

Strategi Investor Asing di Tengah Pelemahan Indeks

Investor mancanegara terpantau melakukan strategi akumulasi secara diam-diam, khususnya pada saham-saham di sektor pertambangan. Di tengah tren penurunan indeks, mereka mencatatkan nilai beli bersih (net buy) yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing membukukan beli bersih senilai Rp249,17 miliar jika dihitung dari seluruh pasar. Namun, catatan ini berbeda jika hanya melihat pasar reguler, di mana mereka justru melakukan jual bersih (net sell) sebesar Rp130,88 miliar.

Fokus utama para investor asing kali ini tertuju pada emiten batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Saham ini menjadi incaran utama dengan nilai net buy mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp223,42 miliar.

Uniknya, meskipun diborong oleh pemodal asing, harga saham BUMI tidak serta-merta menguat mengikuti arus pembelian tersebut. Saham ini justru terkoreksi tajam sebesar 6,99% dan ditutup pada level harga Rp173 per lembar saham.

Daftar Saham Paling Banyak Diburu Asing

Selain sektor pertambangan yang menjadi primadona, beberapa saham dari sektor perbankan dan energi lainnya juga masuk dalam radar koleksi investor luar negeri. Pergerakan modal ini menunjukkan adanya optimisme sektoral di tengah volatilitas pasar global maupun domestik.

Berikut adalah daftar sepuluh saham dengan nilai beli bersih tertinggi oleh investor asing pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp223,42 miliar.
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Berada di posisi kedua dengan akumulasi sebesar Rp217,72 miliar.
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Mengumpulkan nilai beli bersih hingga Rp111,38 miliar.
  • PT Timah Tbk (TINS): Saham sektor logam ini mencatatkan net buy sebesar Rp82,84 miliar.
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Menarik minat asing dengan nilai beli Rp76,76 miliar.
  • PT Indika Energy Tbk (INDY): Mencatatkan akumulasi dari investor luar negeri sebesar Rp74,43 miliar.
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Berhasil mencetak angka net buy senilai Rp61,76 miliar.
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Mengantongi nilai beli bersih investor asing sebesar Rp54,66 miliar.
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Emiten jasa pertambangan ini mencatatkan akumulasi Rp51,71 miliar.
  • PT Petrosea Tbk (PTRO): Menutup daftar sepuluh besar dengan nilai beli bersih Rp47,88 miliar.

Daftar di atas memperlihatkan dominasi emiten dari grup tambang dan energi dalam portofolio belanja investor asing. Selain sektor komoditas, saham perbankan plat merah seperti Bank Mandiri juga tetap menjadi pilihan utama bagi pengelola dana internasional.

Aksi Jual di Sektor Perbankan Lainnya

Berbanding terbalik dengan kondisi saham BUMI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru mengalami tekanan jual yang cukup besar dari investor asing. Emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini mencatatkan net sell mencapai Rp375,75 miliar.

Meskipun dilepas oleh asing dalam jumlah besar, kekuatan pasar lokal nampaknya cukup tangguh menahan tekanan tersebut. Hal ini terbukti dengan harga saham BBCA yang masih mampu menguat tipis sebesar 0,42% ke posisi Rp5.975 per lembar.

Situasi pasar modal saat ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen makroekonomi yang cukup dinamis. Beberapa faktor yang membebani pergerakan IHSG antara lain adalah kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) hingga menjadi 5,25%.

Selain kebijakan moneter, isu pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor juga sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar. Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan pengaruh besar terhadap kontrol negara atas komoditas ekspor di masa depan.

Ringkasan Transaksi Saham Unggulan

Untuk memudahkan pemahaman mengenai perbandingan aktivitas investor asing pada dua saham dengan transaksi paling kontras, berikut adalah datanya.

Nama Emiten Kode Saham Status Transaksi Asing Nilai Transaksi Pergerakan Harga
Bumi Resources BUMI Net Buy (Beli Bersih) Rp223,42 Miliar Turun 6,99%
Bank Central Asia BBCA Net Sell (Jual Bersih) Rp375,75 Miliar Naik 0,42%

Data tersebut menggambarkan bahwa besarnya volume pembelian atau penjualan oleh investor asing tidak selalu berbanding lurus dengan arah pergerakan harga saham di hari yang sama. Tekanan pasar secara menyeluruh serta aksi ambil untung dari investor lokal tetap menjadi variabel penentu harga di bursa.

Kondisi pasar ke depan diprediksi masih akan bervariasi seiring dengan penyesuaian pelaku pasar terhadap suku bunga baru. Fokus investor kemungkinan akan tetap tertuju pada sektor energi dan komoditas, mengingat adanya kebijakan strategis pemerintah terkait hilirisasi dan tata kelola ekspor sumber daya alam.

Artikel terkait

Rekomendasi