Kemajuan teknologi robot humanoid yang semakin mirip dengan manusia memicu kekhawatiran tentang potensi hilangnya lapangan kerja. Banyak pihak khawatir bahwa kemampuan fisik dan berpikir manusia suatu saat akan sepenuhnya digantikan oleh mesin.
Untuk menguji sejauh mana keunggulan robot saat ini, sebuah perusahaan rintisan bernama Figure AI menggelar tantangan unik. Perusahaan tersebut mengadu robot humanoid andalan mereka yang diberi nama F.03 dengan seorang anak magang di kantor mereka sendiri.
Tantangan Man vs Machine: Adu Tangkas Menyortir Paket
Kompetisi bertajuk "Man vs. Machine" ini dirancang untuk menguji ketangkasan dalam menyelesaikan pekerjaan fisik yang repetitif. Keduanya diminta menyortir ribuan paket di lingkungan gudang yang telah disiapkan secara khusus.
Dalam durasi 10 jam, peserta harus melakukan serangkaian tugas mulai dari mendeteksi kode batang hingga memindahkan paket ke ban berjalan. Setiap paket harus diletakkan pada posisi yang telah ditentukan dengan presisi tinggi.
Berikut adalah rincian data perbandingan hasil akhir antara manusia dan robot :
| Kategori Penilaian | Manusia (Aime) | Robot (F.03) |
|---|---|---|
| Total Paket Tersortir | 12.924 paket | 12.732 paket |
| Waktu Rata-rata per Paket | 2,79 detik | 2,83 detik |
| Selisih Performa | Unggul 192 paket | Tertinggal 0,04 detik/paket |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun persaingannya sangat ketat, manusia masih memegang keunggulan tipis dalam hal kecepatan motorik. Robot F.03 sebenarnya mampu bersaing, namun belum bisa melampaui kelincahan alami yang dimiliki manusia.
Persaingan Sengit Selama 10 Jam
Meskipun akhirnya kalah, robot F.03 sempat memimpin jalannya kompetisi pada pertengahan tantangan. CEO Figure AI, Brett Adcock, mengungkapkan bahwa robot tersebut mengambil alih posisi pertama saat Aime sedang beristirahat.
Sebagai pekerja manusia, Aime tetap berhak mendapatkan waktu makan dan jeda istirahat sesuai hukum ketenagakerjaan di California. Selama waktu istirahat tersebut, robot terus bekerja tanpa henti sehingga sempat unggul sementara.
Namun, setelah kembali ke arena kerja, Aime menunjukkan performa yang luar biasa dengan mengejar ketertinggalannya. Ia berhasil membalikkan keadaan dan mempertahankan posisi unggul hingga kompetisi benar-benar berakhir.
Dampak Fisik yang Berbeda
Perbedaan mendasar antara keduanya terlihat jelas setelah kompetisi berakhir, terutama dari sisi ketahanan jangka panjang. Aime mengaku tubuhnya mengalami kelelahan yang luar biasa akibat melakukan gerakan berulang secara terus-menerus selama 10 jam.
Ia menceritakan bahwa jari-jarinya mengalami lecet dan lengan kirinya terasa sangat pegal seperti akan patah. Hal ini berbanding terbalik dengan robot humanoid yang bisa bekerja tanpa merasakan nyeri fisik atau kelelahan secara biologis.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meski manusia masih unggul dalam hal kecepatan saat ini, robot memiliki potensi besar dalam hal konsistensi. Jika teknologi ini terus dikembangkan, efisiensi kerja mesin di masa depan mungkin akan semakin sulit ditandingi oleh manusia.