Insiden kekerasan yang melibatkan penagih utang atau debt collector kembali terjadi di wilayah Serang, Banten. Kali ini, dua anggota Satuan Brimob Polda Banten menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang yang diduga sebagai mata elang.
Peristiwa berdarah ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, yang menyatakan kejadian berlangsung pada Selasa (2/6) malam. Konflik bermula dari perselisihan di lapangan yang berujung pada aksi penganiayaan berat.
Kronologi Pengeroyokan Anggota Brimob
Kombes Maruli menjelaskan bahwa kelompok debt collector tersebut sudah memantau pergerakan korban sejak Selasa sore. Ketegangan memuncak saat terjadi perdebatan antara personel kepolisian dengan para pelaku di lokasi kejadian.
Situasi semakin tidak terkendali ketika rekan-rekan penagih utang lainnya datang bergabung hingga berjumlah 11 orang. Kelompok tersebut kemudian menyerang kedua anggota Brimob menggunakan senjata tajam secara brutal.
Dampak serangan senjata tajam terhadap korban :
- Luka sabetan senjata tajam pada bagian tangan kanan.
- Luka serius di bagian kepala akibat penganiayaan.
Akibat luka-luka yang diderita, kedua korban harus segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Saat ini, kondisi kesehatan keduanya masih dalam penanganan tim medis.
Pelaku Kabur dan Membawa Lari Mobil
Setelah melakukan pembacokan, para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian dengan membawa dua unit kendaraan. Mereka menggasak satu unit mobil Toyota Avanza milik anggota Brimob serta satu unit Toyota Fortuner.
Rekan-rekan korban yang mendapatkan informasi segera menuju lokasi untuk memberikan bantuan. Di saat yang sama, masyarakat sekitar yang menyaksikan aksi anarkis tersebut turut bergerak mengejar para pelaku.
Aksi kejar-kejaran berakhir di sekitar Gerbang Tol Serang Barat setelah massa dan petugas berhasil memojokkan pelaku. Dua orang dari kelompok tersebut berhasil ditangkap, sementara sisanya masih dalam pengejaran.
Identitas kendaraan dan status pelaku saat ini :
| Keterangan Peristiwa | Detail Informasi |
|---|---|
| Kendaraan yang Hilang | Toyota Avanza dan Toyota Fortuner |
| Jumlah Pelaku Terlibat | Sekitar 11 orang debt collector |
| Jumlah Pelaku Tertangkap | 2 orang (saat ini ditahan) |
| Lokasi Penangkapan | Dekat Gerbang Tol Serang Barat |
Dua pelaku yang tertangkap sempat menjadi sasaran kemarahan warga yang geram dengan aksi premanisme tersebut. Mereka mengalami sejumlah luka sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas kepolisian dari amuk massa.
Proses Hukum di Polda Banten
Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Ditreskrimum Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Polisi terus melakukan pengembangan kasus guna memburu sembilan pelaku lain yang masih melarikan diri.
Kombes Maruli menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi aksi kekerasan di jalanan, terutama yang melibatkan senjata tajam. Proses hukum akan ditegakkan secara tegas terhadap seluruh oknum yang terlibat dalam pengeroyokan ini.