Mariano Peralta tampil sangat memukau sepanjang gelaran BRI Super League musim 2025/2026. Penyerang sayap ini menjadi inspirasi utama bagi ketangguhan Borneo FC Samarinda dalam perebutan takhta juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut.
Walaupun tampil dominan di sepanjang musim, tim berjuluk Pesut Etam ini akhirnya harus merelakan gelar juara. Mereka gagal mengungguli Persib Bandung dalam persaingan poin di klasemen akhir musim ini.
Borneo FC sebenarnya terus memberikan tekanan hebat kepada Persib Bandung hingga pekan terakhir. Pada laga pamungkas, Borneo FC sukses melumat Malut United dengan skor telak 7-1 untuk mengamankan poin mereka.
Namun, di saat yang bersamaan, Persib Bandung berhasil menahan imbang Persijap Jepara tanpa gol. Hasil imbang 0-0 tersebut sudah cukup bagi Maung Bandung untuk mengunci gelar juara liga musim ini.
Kegagalan Borneo FC menjadi juara terasa cukup menyesakkan karena mereka sebenarnya memiliki poin yang identik dengan Persib. Tidak hanya itu, Pesut Etam bahkan unggul jauh dalam urusan selisih gol dibandingkan sang rival.
Sayangnya, regulasi penetapan posisi klasemen di BRI Super League mengutamakan rekor pertemuan atau head-to-head jika ada dua tim dengan poin sama. Dalam hal ini, Borneo FC kalah secara agregat 2-4 dari Persib Bandung.
Rinciannya, Borneo FC harus menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Persib di Bandung. Sementara itu, saat bertindak sebagai tuan rumah di Samarinda, mereka hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1.
Meski demikian, semangat juang Borneo FC dalam memburu gelar juara tetap mendapat apresiasi tinggi. Pelatih Fabio Lefundes sempat menegaskan timnya tidak kehilangan gairah setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Statistik Luar Biasa Mariano Peralta
Walaupun Borneo FC gagal mengangkat trofi juara untuk pertama kalinya, sosok Mariano Peralta layak mendapatkan apresiasi khusus. Pemain sayap asal Argentina ini benar-benar meledak pada musim keduanya berseragam Pesut Etam.
Peralta seolah menjadi roh sekaligus motor penggerak utama dalam setiap skema serangan yang dibangun Borneo FC. Kehadirannya di lapangan memberikan dampak instan yang sangat signifikan bagi ketajaman lini depan tim.
Rangkuman performa individu Mariano Peralta sepanjang musim 2025/2026:
- Mencatatkan total 20 gol di kompetisi domestik musim ini.
- Menyumbangkan 14 assist yang memanjakan rekan setimnya.
- Tampil konsisten dalam 34 pertandingan alias tidak pernah absen sekalipun.
- Mencatat durasi waktu bermain yang sangat panjang hingga 3.035 menit.
- Rata-rata keterlibatan gol per pertandingan mencapai 0,5 gol dan 0,4 assist.
Data dari laman football database menunjukkan betapa vitalnya peran pemain berusia 28 tahun ini. Kontribusi gol yang ia berikan berdampak hingga 65 persen bagi tim, sementara assist-nya berpengaruh sebesar 54 persen.
Berkat konsistensi dan performa yang sangat impresif tersebut, Peralta akhirnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik BRI Super League 2025/2026. Penghargaan individu ini menjadi bukti sahih kualitasnya di atas lapangan hijau.
Borneo FC Menjelma Menjadi Tim Paling Produktif
Kontribusi Mariano Peralta secara langsung membuat Borneo FC menjadi tim yang paling ditakuti di area pertahanan lawan. Mereka resmi menyandang status sebagai tim paling subur dalam mencetak gol sepanjang musim ini.
Pasukan asuhan Fabio Lefundes sukses membukukan total 74 gol dan hanya kebobolan sebanyak 31 kali dari seluruh laga. Angka produktivitas ini melampaui pencapaian tim-tim elit lainnya di liga Indonesia.
Perbandingan produktivitas tim papan atas BRI Super League 2025/2026:
| Aspek Statistik | Borneo FC | Persib Bandung | Malut United |
|---|---|---|---|
| Jumlah Gol | 74 Gol | - | 68 Gol |
| Jumlah Kebobolan | 31 Gol | - | - |
| Selisih Gol | +43 | +37 | - |
Data di atas menunjukkan bahwa Borneo FC memiliki daya gedor yang jauh lebih tajam dibandingkan tim runner-up produktivitas, Malut United. Selisih gol mereka yang mencapai surplus 43 juga membuktikan keseimbangan antara lini depan dan belakang.
Sejak bergabung dengan Borneo FC musim lalu, Peralta secara keseluruhan telah mengoleksi 30 gol dan 28 assist dari 69 penampilan. Catatan ini menjadikannya salah satu pemain asing tersukses yang pernah dimiliki klub Samarinda tersebut.
Ungkapan Perasaan Sang Bintang
Mendapatkan gelar individu di tengah kegagalan tim menjadi juara membuat perasaan Mariano Peralta campur aduk. Ia merasa bahagia atas pencapaian pribadinya, namun tetap menyimpan kesedihan mendalam bagi klub.
Melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya, Peralta menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung. Ia menyebut momen musim ini sangat istimewa namun sekaligus terasa pahit karena target juara yang meleset.
"Tentu ada rasa sedih karena kami belum mencapai tujuan tim yang sudah kami perjuangkan dengan keras sepanjang musim ini," tulis Peralta. Ia merasa timnya sebenarnya sangat layak untuk mendapatkan gelar juara tersebut.
Peralta juga tidak lupa memberikan kredit kepada rekan-rekan setimnya yang telah bekerja keras di lapangan. Menurutnya, segala pencapaian yang ia dapatkan saat ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan seluruh elemen di Borneo FC.
Menjadi Incaran Panas di Bursa Transfer
Kegemilangan Mariano Peralta musim ini secara otomatis membuatnya menjadi komoditi panas di pasar transfer. Namanya mulai dikaitkan dengan beberapa klub raksasa Indonesia yang ingin memakai jasanya musim depan.
Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang santer dikabarkan sangat meminati mantan pemain San Lorenzo tersebut. Tim Macan Kemayoran kabarnya mengincar Peralta sebagai pengganti ideal bagi Maxwell Souza yang berpeluang hengkang.
Tidak hanya Persija, tim juara bertahan Persib Bandung juga dilaporkan siap memantau situasi sang pemain. Jika berhasil mendaratkannya, lini serang Maung Bandung diprediksi akan menjadi jauh lebih menakutkan bagi lawan.
Situasi semakin menarik karena kontrak Mariano Peralta di Borneo FC kabarnya akan segera berakhir pada 16 Juni 2025. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai pembicaraan perpanjangan kontrak antara sang pemain dengan manajemen Pesut Etam.
Kondisi kontrak yang akan habis ini dipastikan bakal memanaskan persaingan klub-klub besar untuk mendapatkan tanda tangannya. Banyak pihak menantikan apakah Peralta akan tetap bertahan di Samarinda atau memilih tantangan baru di klub lain.