Mantan Eksekutif Assassin’s Creed Tuntut Ubisoft, Diduga Kasus Pemecatan Terselubung Terbaru 2026

Mantan Eksekutif Assassin’s Creed Tuntut Ubisoft, Diduga Kasus Pemecatan Terselubung Terbaru 2026
Foto: Mantan Eksekutif Assassin’s Creed Tuntut Ubisoft, Diduga Kasus Pemecatan Terselubung Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar kurang sedap kembali menerpa Ubisoft di tengah berbagai tantangan internal yang sedang mereka hadapi. Perusahaan pengembang game raksasa ini dikabarkan tengah menghadapi gugatan hukum dari salah satu mantan petingginya.

Marc-Alexis Cote, sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Executive Producer untuk seri populer Assassin's Creed, resmi melayangkan tuntutan hukum. Ia menuding mantan perusahaannya telah melakukan tindakan "pemecatan terselubung" atau constructive dismissal.

Detail Gugatan dan Tuntutan Marc-Alexis Cote

Berdasarkan laporan dari Radio-Canada, gugatan ini diajukan melalui Pengadilan Tinggi Quebec. Cote menuntut ganti rugi dalam jumlah yang cukup fantastis akibat perlakuan yang ia terima selama proses pengunduran dirinya.

Berikut adalah rincian tuntutan yang diajukan oleh Marc-Alexis Cote terhadap Ubisoft:

  • Ganti rugi materiil sebesar 1,3 juta Dolar Kanada atau setara dengan Rp 15 miliar.
  • Ganti rugi moral tambahan sebesar 75 ribu Dolar Kanada.
  • Tuduhan spesifik mengenai upaya perusahaan melakukan pemecatan secara tidak langsung.

Hingga saat ini, poin-poin yang disampaikan oleh Cote masih berstatus sebagai tuduhan dan perlu dibuktikan di pengadilan. Di sisi lain, Ubisoft telah menunjuk firma hukum Fasken untuk memberikan pembelaan dan menentang gugatan tersebut.

Kronologi Perselisihan Jabatan di Vantage Studios

Akar permasalahan ini kabarnya bermula pada pertengahan tahun 2025 ketika Ubisoft mendirikan Vantage Studios. Studio baru ini merupakan hasil kolaborasi dengan Tencent yang difokuskan untuk menggarap franchise besar, termasuk Assassin's Creed.

Cote diketahui sempat melamar posisi sebagai Head of Franchise di studio baru tersebut agar tetap bisa berkontribusi pada seri yang ia besarkan. Namun, rencana tersebut terhambat oleh kebijakan lokasi kerja yang ditetapkan oleh manajemen tertinggi.

Faktor utama yang memicu keretakan hubungan kerja ini meliputi:

  • Penolakan CEO Ubisoft, Yves Guillemot, karena posisi tersebut mengharuskan Cote menetap di Prancis.
  • Keinginan Marc-Alexis Cote untuk tetap berbasis di kantor Quebec, Kanada.
  • Tawaran posisi alternatif untuk memimpin proyek kecil yang dianggap sebagai penurunan jabatan (demosi).

Cote merasa tawaran untuk mengelola franchise kecil tidak sebanding dengan pengalaman dan posisinya selama ini. Hal inilah yang kemudian memicu ketegangan antara dirinya dengan pihak manajemen perusahaan.

Klaim Pemecatan Paksa di Balik Alasan Sukarela

Ketegangan memuncak saat Cote meminta waktu selama dua minggu untuk mempertimbangkan tawaran baru dari perusahaan. Namun, ia mengklaim bahwa keesokan harinya Ubisoft justru mengumumkan secara internal bahwa dirinya telah mengundurkan diri secara sukarela.

Cote membantah narasi pengunduran diri sukarela tersebut dan menganggapnya sebagai taktik perusahaan. Ia menduga Ubisoft sengaja menciptakan situasi tersebut demi menghindari kewajiban membayar pesangon yang menjadi haknya.

Ringkasan perbandingan status keluar Marc-Alexis Cote:

Versi Perusahaan (Ubisoft) Versi Marc-Alexis Cote
Mengundurkan diri secara sukarela. Dipaksa keluar melalui keputusan sepihak.
Memberikan opsi jabatan lain. Memberikan demosi yang tidak masuk akal.
Proses transisi internal normal. Upaya menghindari pembayaran pesangon.

Tabel di atas menunjukkan perbedaan sudut pandang yang sangat kontras antara kedua belah pihak terkait berakhirnya masa kerja Cote. Perbedaan klaim inilah yang nantinya akan menjadi poin utama dalam persidangan di Quebec.

Hingga kini, publik masih menunggu dokumen resmi pengadilan dirilis untuk melihat fakta hukum yang lebih mendalam. Kasus ini diprediksi akan menjadi sorotan besar bagi industri game, mengingat posisi Cote yang sangat berpengaruh dalam sejarah Assassin's Creed.

Artikel terkait

Rekomendasi