Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan tinggi di Indonesia setelah sebuah insiden tragis terjadi di kawasan wisata Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu korban yang ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa camping maut tersebut merupakan mahasiswa aktif Universitas Gadjah Mada (UGM).
Korban yang diketahui bernama Bagas Amar Hakiki (21) ditemukan tidak bernyawa bersama seluruh anggota keluarganya saat berkemah di Kecamatan Kledung. Pemuda ini meninggal bersama ayahnya, ibunya, serta adik kandungnya dalam sebuah kejadian pilu yang diduga kuat disebabkan oleh keracunan makanan.
Identitas Mahasiswa UGM yang Menjadi Korban
Bagas Amar Hakiki tercatat sebagai mahasiswa aktif di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Yogyakarta. Pihak universitas telah mengonfirmasi bahwa Bagas adalah bagian dari keluarga besar sivitas akademika mereka yang sedang menempuh studi.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof Setiadi, memberikan pernyataan resmi mengenai status kemahasiswaan korban tersebut. Beliau membenarkan bahwa Bagas merupakan mahasiswa dari Program Studi Sastra Prancis di fakultas yang dipimpinnya.
“Nggih (betul). Yang bersangkutan mahasiswa kami dari Sastra Prancis,” tutur Setiadi saat memberikan keterangan kepada media pada Kamis (28/5).
Semasa hidupnya, Bagas dikenal sebagai pribadi yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi di lingkungan kampus. Ia menjabat sebagai Ketua Unit Fotografi UGM untuk periode tahun 2024, yang menunjukkan bakat dan jiwa kepemimpinannya.
Keahliannya dalam bidang fotografi juga membawanya menjadi seorang fotografer lepas di institusi bergengsi. Ia diketahui aktif berkontribusi di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta sebagai tenaga dokumentasi profesional.
Kepergian Bagas menyisakan luka mendalam bagi rekan-rekannya di kampus maupun di lingkungan Keraton. Selain Bagas, tiga anggota keluarga lainnya yang turut menjadi korban dalam insiden ini juga telah teridentifikasi secara lengkap oleh petugas.
Daftar anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia di lokasi camping :
- Bagas Amar Hakiki (21), yang merupakan mahasiswa Sastra Prancis UGM.
- MAM (52), ayah kandung Bagas yang memimpin perjalanan wisata tersebut.
- M (43), ibu kandung Bagas yang turut serta dalam kegiatan berkemah.
- AEH (17), adik kandung Bagas yang masih berusia remaja.
Seluruh korban tercatat sebagai satu keluarga yang berdomisili di Desa Panjang. Wilayah tersebut masuk dalam administrasi Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Kronologi Penemuan Jenazah Satu Keluarga
Berdasarkan data penyelidikan awal dari pihak kepolisian, keluarga tersebut diketahui tiba di lokasi wisata glamping di Kecamatan Kledung pada Selasa malam (26/5). Mereka sampai di area tujuan sekitar pukul 21.05 WIB dengan mengendarai mobil Honda Jazz berwarna putih.
Tujuan kedatangan mereka murni untuk berwisata dan menikmati suasana menginap di alam terbuka melalui fasilitas camping. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat proses registrasi awal hingga mereka menempati tenda yang telah disiapkan.
Kejadian mulai terungkap pada Rabu pagi (27/5) sekitar pukul 09.00 WIB ketika rutinitas pelayanan wisata berjalan. Saat itu, petugas pengelola tempat wisata berniat mengantarkan sarapan pagi ke tenda yang ditempati oleh keluarga Bagas.
Petugas sudah mencoba mengetuk pintu tenda berkali-kali untuk memberikan makanan tersebut, namun tidak mendapatkan respons sama sekali. Karena mengira para tamu masih beristirahat atau tertidur lelap, petugas akhirnya memutuskan untuk meninggalkan lokasi sementara waktu.
Kecurigaan petugas semakin menguat ketika mereka kembali mendatangi tenda tersebut sekitar pukul 11.30 WIB. Tujuan kedatangan kedua ini adalah untuk mengingatkan pihak keluarga mengenai jadwal keberangkatan atau check-out dari area camping.
Lagi-lagi, upaya komunikasi petugas melalui ketukan pintu tenda tidak membuahkan jawaban dari para penghuninya. Petugas yang merasa ada sesuatu yang tidak beres kemudian mencoba memeriksa lebih lanjut kondisi di dalam tenda.
Berikut adalah ringkasan rangkaian peristiwa tragedi camping di Temanggung :
| Waktu Kejadian | Aktivitas / Kejadian Penting |
|---|---|
| Selasa, 21.05 WIB | Keluarga tiba di lokasi glamping menggunakan mobil Honda Jazz. |
| Rabu, 09.00 WIB | Petugas mengantar sarapan namun tidak ada jawaban dari dalam tenda. |
| Rabu, 11.30 WIB | Petugas kembali untuk jadwal check-out dan menemukan korban sudah tak bernyawa. |
| Kamis, 28 Mei | Pihak UGM mengonfirmasi Bagas Amar Hakiki sebagai mahasiswa aktif mereka. |
Setelah dilakukan pengecekan mendalam, petugas menemukan keempat anggota keluarga tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Penemuan ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat untuk segera dilakukan proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut.
Penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian tragis satu keluarga ini di area wisata. Dugaan sementara yang berkembang saat ini mengarah pada keracunan makanan yang dikonsumsi selama berada di area perkemahan.
Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian serta mengumpulkan berbagai barang bukti yang relevan. Kabar ini pun menjadi perbincangan luas di media sosial, terutama di kalangan komunitas mahasiswa Yogyakarta yang mengenal sosok Bagas.