Momen libur panjang Kenaikan Isa Almasih tahun 2026 membawa berkah besar bagi sektor pariwisata di Banyuwangi. Puluhan ribu pelancong terpantau memadati berbagai titik wisata unggulan di kabupaten tersebut.
Antusiasme yang tinggi ini bahkan membuat ketersediaan kamar di sejumlah hotel dan penginapan habis dipesan. Lonjakan pengunjung ini membuktikan bahwa Banyuwangi tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Data Kunjungan Wisatawan Selama Libur Panjang
Berdasarkan data resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, tercatat puluhan ribu orang datang berkunjung. Angka ini dikumpulkan selama periode libur empat hari, yakni sejak tanggal 14 hingga 17 Mei 2026.
Total kunjungan mencapai 47.478 orang, yang terdiri dari mayoritas wisatawan lokal dan ratusan turis asing. Kehadiran para pelancong ini memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah setempat.
Berikut adalah rincian data kunjungan wisatawan ke Banyuwangi:
- Wisatawan Domestik: 46.685 orang
- Wisatawan Mancanegara: 793 orang
- Total Keseluruhan: 47.478 orang
Data tersebut mencerminkan betapa besarnya minat publik untuk menghabiskan masa libur mereka di ujung timur Pulau Jawa ini. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasinya atas sinergi semua pihak dalam menjaga kenyamanan para tamu.
Destinasi Wisata Terpopuler di Banyuwangi
Sejumlah lokasi ikonik menjadi pusat keramaian selama momen long weekend tersebut. Mulai dari hutan yang eksotis hingga pantai dengan pemandangan matahari terbenam menjadi incaran utama para pengunjung.
Hutan De Djawatan yang dikenal dengan pohon trembesi raksasanya menduduki posisi puncak sebagai destinasi paling banyak dikunjungi. Selain itu, kawasan wisata di tengah kota pun tak luput dari serbuan wisatawan yang mencari hiburan keluarga.
Daftar destinasi wisata dengan jumlah pengunjung terbanyak:
| Nama Destinasi Wisata | Jumlah Pengunjung |
|---|---|
| Hutan De Djawatan | 7.266 orang |
| Pantai Pulau Merah | 5.636 orang |
| Pantai Marina Boom | 4.965 orang |
| Banyuwangi Park | 4.050 orang |
| Kawah Ijen | 3.297 orang |
| Pantai Mustika | 2.869 orang |
Penghitungan angka kunjungan ini diprediksi masih bisa bergerak naik seiring dengan operasional tempat wisata hingga sore hari. Beragam pilihan lokasi mulai dari alam hingga wahana permainan modern membuat pilihan wisatawan semakin variatif.
Okupansi Hotel dan Penginapan Mencapai 100 Persen
Membludaknya jumlah wisatawan otomatis berdampak langsung pada tingkat hunian penginapan di Banyuwangi. Banyak hotel melaporkan bahwa seluruh kamar mereka telah terisi penuh atau fully booked sejak jauh hari.
Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, mengonfirmasi bahwa tren positif ini merata di berbagai sektor akomodasi. Wisatawan yang datang umumnya berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Salah satu contohnya adalah Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center yang mencatat keterisian penuh pada tanggal 14 dan 15 Mei. Pihak manajemen menyebutkan bahwa mayoritas tamu sengaja datang dari luar daerah untuk berlibur.
Kondisi serupa dialami oleh Villa Solong yang menawarkan pemandangan eksklusif Selat Bali. Penginapan ini mencatat tingkat hunian 100 persen selama periode 14 hingga 16 Mei karena tingginya minat wisatawan luar kota.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan wisatawan terhadap keamanan dan kenyamanan daerahnya. Keberhasilan ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus memajukan kualitas pariwisata Banyuwangi di masa depan.