Kemenangan bersejarah Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions tidak hanya dirayakan di lokasi pertandingan, tetapi juga berdampak pada jalannya turnamen tenis Prancis Terbuka. Atmosfer luar biasa dari para pendukung klub asal Paris tersebut membuat beberapa pertandingan tenis yang tengah berlangsung terpaksa dihentikan sejenak.
Gemuruh sorak-sorai suporter PSG mengguncang Parc des Princes, lokasi yang menjadi titik kumpul sekitar 48 ribu pendukung untuk nonton bareng. Stadion tersebut sebenarnya berada sangat dekat dengan kompleks Stade Roland Garros, yakni hanya berjarak sekitar 800 meter saja.
Seperti kejadian tahun sebelumnya, gema perayaan dari suporter sepak bola ini menjalar hingga ke lapangan tenis Grand Slam. Namun, laporan dari L'Equipe menyebutkan bahwa "ledakan" kegembiraan kali ini jauh lebih besar dan menjadi yang paling riuh dalam sejarah stadion.
Akibat suara gemuruh yang sangat kencang dan nyala kembang api, pertandingan antara Felix Auger-Aliassime melawan Brandon Nakashima sempat terhenti. Laga yang berlangsung di Court Philippe-Chatrier tersebut harus dijeda karena situasi di sekitar stadion yang sudah tidak kondusif untuk konsentrasi pemain.
Berikut adalah detail gangguan yang terjadi di beberapa lapangan tenis akibat euforia suporter :
- Court Philippe-Chatrier: Pertandingan antara Felix Auger-Aliassime dan Brandon Nakashima harus dihentikan sementara akibat suara kembang api dan sorakan massa.
- Court Suzanne-Lenglen: Penonton secara spontan bersorak saat Ousmane Dembele mencetak gol penyeimbang pada menit ke-65 di laga final tersebut.
- Akses Informasi: Banyak penonton tenis yang kedapatan menonton jalannya laga final Liga Champions melalui layanan streaming di ponsel mereka saat berada di tribun.
Situasi unik ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh PSG bagi masyarakat Paris, bahkan di tengah turnamen tenis bergengsi dunia. Para pecinta olahraga di sana tampak terbagi fokusnya antara mendukung jagoan tenis atau mengikuti perjuangan klub sepak bola kebanggaan mereka.
Petenis muda asal Prancis, Moise Kouame, menjadi salah satu pihak yang merasakan langsung dampak dari kemenangan dramatis PSG tersebut. Meski dirinya harus menelan kekalahan saat bertanding melawan Alejandro Tabilo, Kouame mengaku perasaannya sedikit terobati.
Kouame menyatakan bahwa keberhasilan PSG merengkuh trofi Liga Champions sangat membantu meredakan rasa sedih akibat kegagalannya di lapangan tenis. "Sejujurnya, kemenangan PSG mengurangi rasa kekecewaan saya sekitar 50 persen," ungkapnya sebagaimana dikutip dari Punto de Break.
Ringkasan pencapaian dan catatan sejarah PSG di musim ini :
| Pencapaian Utama | Detail Informasi |
|---|---|
| Status Juara | Berhasil meraih gelar juara Liga Champions secara back-to-back. |
| Pencetak Gol Krusial | Ousmane Dembele (Menit ke-65). |
| Rekor Pemain Muda | Warren Zaire-Emery menjadi peraih dua trofi Eropa termuda. |
| Pemain Terbaik | Khvicha Kvaratskhelia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. |
Data di atas menunjukkan betapa dominannya PSG dalam kancah sepak bola Eropa selama dua musim terakhir. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan tim, tetapi juga menciptakan euforia yang menyatukan berbagai lapisan pendukung olahraga di Prancis.
Kapten tim PSG, Marquinhos, turut mengakui bahwa mempertahankan gelar juara kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Tantangan yang dihadapi tim semakin besar, namun dukungan masif dari suporter di Paris memberikan energi tambahan bagi para pemain.
Meski sempat mengganggu jalannya pertandingan tenis, momen ini akan diingat sebagai salah satu bentuk fanatisme olahraga yang luar biasa di kota Paris. Integrasi antara dua cabang olahraga besar dalam satu waktu menciptakan dinamika yang jarang terjadi di turnamen Grand Slam lainnya.