Program revitalisasi sekolah yang digulirkan pemerintah terbukti membawa dampak positif bagi sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Sejak tahun 2025, inisiatif ini tercatat telah berhasil menyerap sekitar 380 ribu tenaga kerja di berbagai wilayah.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa proyek perbaikan sarana pendidikan ini melibatkan masyarakat lokal secara langsung. Hal tersebut disampaikan saat beliau meninjau progres revitalisasi di SMP Muhammadiyah 16, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026).
Dudung menjelaskan bahwa setiap satu sekolah yang direvitalisasi setidaknya memberdayakan sekitar 24 pekerja bangunan. Dengan total 16.139 sekolah yang sudah berjalan, angka penyerapan tenaga kerja pun menjadi sangat signifikan.
Rincian dampak program revitalisasi terhadap lapangan kerja:
- Membuka peluang kerja bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi sekolah yang diperbaiki.
- Menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan tukang dan pekerja konstruksi daerah.
- Menyerap total lebih dari 380.000 pekerja dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
- Memastikan proyek fisik sekolah dikerjakan oleh tenaga ahli dari komunitas pendidikan setempat.
Program ini menerapkan prinsip swakelola, di mana sekolah penerima manfaat memiliki kewenangan penuh untuk mengelola proyek. Menurut Dudung, model ini sangat efektif untuk mencegah adanya praktik korupsi atau penggelembungan biaya (markup).
Transparansi Anggaran dan Target Pembangunan
Pemerintah berkomitmen menjaga integritas dana pendidikan dengan menyalurkan anggaran revitalisasi langsung ke rekening kepala sekolah. Langkah ini diambil guna memangkas birokrasi yang berbelit dan meminimalisir risiko penyelewengan dana oleh pihak ketiga.
Kepala sekolah kemudian mengelola dana tersebut secara swadaya bersama tim internal untuk membangun fasilitas yang dibutuhkan. Fokus perbaikan tidak hanya pada struktur bangunan, tetapi juga mencakup pengadaan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Informasi mengenai target dan anggaran revitalisasi sekolah:
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Target Total 2026 | 71.000 sekolah di seluruh Indonesia |
| Anggaran APBN 2026 | Rp 14 Triliun (sesuai data Kemendikdasmen) |
| Status Kesiapan Dana | 11.000 sekolah siap dikerjakan, sisanya melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) |
| Cakupan Fasilitas | Infrastruktur gedung, meja, kursi, hingga papan tulis pintar (smart board) |
Pihak KSP menegaskan bahwa sisa sekolah yang belum terakomodasi dalam anggaran rutin akan segera diupayakan melalui mekanisme anggaran tambahan. Hal ini dilakukan agar target renovasi puluhan ribu sekolah dapat tercapai tepat waktu pada tahun ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, juga memberikan dukungan penuh terhadap sistem swakelola ini. Beliau menilai keterlibatan langsung pihak sekolah akan memastikan hasil pembangunan lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan lapangan.
Selain memperkuat fisik sekolah, program ini menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang nyata di sektor pendidikan. Dengan fasilitas yang lebih modern dan lengkap, diharapkan kualitas proses pembelajaran di Indonesia dapat meningkat secara merata.