Seorang warga negara asing (WNA) berusia 60 tahun yang bekerja di Jakarta Pusat sempat menjadi perhatian medis setelah teridentifikasi sebagai kontak erat wabah Hantavirus. Kasus ini bermula dari perjalanannya menggunakan kapal MV Hondius yang sebelumnya melaporkan temuan infeksi virus tersebut.
Kementerian Kesehatan RI segera mengambil langkah antisipasi dengan melakukan pemantauan ketat terhadap pria berinisial KE tersebut. Ia diketahui memiliki riwayat perjalanan panjang sebelum akhirnya mendarat di Indonesia.
Kronologi Perjalanan dan Riwayat Kontak
Perjalanan KE dimulai pada 18 hingga 30 Maret 2026 saat ia mengunjungi beberapa lokasi di Argentina. Setelah itu, ia tiba di Ushuaia untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal MV Hondius hingga 23 April 2026.
Saat berada di St Helena, KE dilaporkan menginap di lokasi yang sama dengan pasien kedua yang terkonfirmasi positif Hantavirus jenis Andes Virus. Hal ini menjadi peringatan awal bagi otoritas kesehatan mengenai potensi penularan yang dialaminya.
Rincian perjalanan lengkap KE hingga sampai di Indonesia:
- 18 - 30 Maret 2026: Melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Argentina.
- 1 - 23 April 2026: Melakukan perjalanan laut menggunakan kapal pesiar MV Hondius.
- 23 April 2026: Menginap di penginapan yang sama dengan kasus positif kedua di St Helena.
- 26 - 29 April 2026: Melanjutkan perjalanan menuju Johannesburg, Afrika Selatan.
- 30 April 2026: Menuju Indonesia dengan melakukan transit terlebih dahulu di Qatar.
Data perjalanan ini menunjukkan adanya interaksi fisik yang cukup dekat antara KE dengan pasien terkonfirmasi selama berada di kapal maupun pesawat. Keduanya dilaporkan duduk berdekatan dalam penerbangan dari St Helena menuju Johannesburg.
Hasil Pemeriksaan Medis di RSPI Sulianti Saroso
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Andi Saguni, menjelaskan bahwa informasi kontak erat ini diterima dari otoritas Inggris. Menindaklanjuti hal tersebut, KE segera dibawa ke RSPI Sulianti Saroso untuk menjalani observasi mendalam.
Selama periode 9 hingga 10 Mei 2026, tim medis melakukan pengambilan berbagai spesimen dari tubuh pasien. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus guna memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan.
Ringkasan hasil pemeriksaan medis terhadap pasien KE:
| Kategori Pemeriksaan | Hasil Pemeriksaan |
|---|---|
| Status Kontak | Kontak Erat Andes Virus |
| Tipe Tes HPS | Negatif |
| Tipe Tes HFRS | Negatif |
| Lokasi Pemantauan | RSPI Sulianti Saroso |
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa KE dinyatakan negatif dari infeksi Hantavirus, baik untuk tipe HPS maupun HFRS. Meskipun hasilnya negatif, Andi Saguni tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap risiko penularan penyakit.
Pihak Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah proteksi diri yang utama. Penanganan kasus ini menunjukkan respons cepat sistem kesehatan dalam memantau potensi wabah yang masuk dari luar negeri.