Kronologi Lengkap Kontroversi Perfect Crown hingga Permohonan Maaf Kru Utama 2026

Kronologi Lengkap Kontroversi Perfect Crown hingga Permohonan Maaf Kru Utama 2026
Foto: Ilustrasi Kronologi Lengkap Kontroversi Perfect Crown hingga Permohonan Maaf Kru Utama 2026.
Ukuran teks

Gelombang kritik publik yang menuding adanya distorsi sejarah dalam drama populer Perfect Crown akhirnya direspons oleh para pemeran utama dan pihak televisi. Byeon Woo-seok, IU, serta stasiun televisi MBC secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Senin (18/5).

Langkah ini diambil setelah penonton menyoroti ketidakakuratan dalam penggambaran tradisi kerajaan Joseon yang dinilai tidak tepat dan merendahkan kedaulatan sejarah bangsa. Kontroversi ini menjadi perbincangan hangat mengingat drama tersebut tengah mendekati episode finalnya.

Permintaan Maaf dari Para Bintang Utama

Byeon Woo-seok, aktor yang memerankan karakter Grand Prince I-An, memilih menyampaikan penyesalannya melalui sebuah surat tulisan tangan yang diunggah di Instagram. Ia mengaku sempat ragu untuk segera berbicara karena khawatir pernyataannya justru akan memicu kesalahpahaman baru bagi publik.

Poin penting dalam pernyataan Byeon Woo-seok:

  • Menyatakan rasa berat hati kepada seluruh penonton yang merasa tidak nyaman atau khawatir terhadap penayangan serial tersebut.
  • Mengaku lalai dalam mendalami konteks sejarah dan signifikansi acara selama proses syuting berlangsung.
  • Menyadari bahwa seorang aktor memikul tanggung jawab besar atas pesan dan konteks di balik proyek yang mereka bintangi.
  • Berjanji untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih serta mendalami peran di masa yang akan datang.

Aktor ini menutup pesannya dengan ucapan terima kasih kepada para pendukung drama yang tetap setia meskipun di tengah kontroversi yang sedang bergulir.

Langkah serupa dilakukan oleh IU yang berperan sebagai Seong Hui-ju melalui akun media sosial pribadinya pada hari yang sama. Sebelumnya, penyanyi sekaligus aktris ini juga sempat menyinggung permasalahan tersebut secara singkat pada acara pemutaran drama akhir pekan lalu.

Poin penting dalam pernyataan IU:

  • Menyesali kegagalannya dalam memikul tanggung jawab sebagai salah satu aktor utama hingga menyebabkan kekecewaan penonton.
  • Mengaku telah menyimak dengan saksama masukan dan pesan yang dikirimkan oleh pemirsa selama beberapa hari terakhir.
  • Merasa malu karena tidak menyadari keseriusan isu ketidakakuratan sejarah ini sejak tahap awal produksi.
  • Berkomitmen menjadikan kritik jujur dari masyarakat sebagai pelajaran berharga untuk karier aktingnya ke depan.

IU menekankan bahwa meskipun drama ini mengusung konsep dunia imajinatif, latar belakangnya tetap berakar pada sejarah nyata sehingga riset mendalam tetap diperlukan.

Tanggapan Resmi MBC dan Tim Produksi

Pihak MBC selaku stasiun televisi yang menayangkan Perfect Crown juga telah lebih dulu merilis pernyataan resmi pada Sabtu (16/5). Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemirsa yang merasa terganggu dengan latar fiksi yang berbenturan dengan fakta sejarah.

Berikut adalah detail poin permintaan maaf dari pihak MBC:

Kategori Detail Penjelasan
Pengakuan Kesalahan Lalai dalam riset mendalam mengenai transformasi protokol istana Joseon dari waktu ke waktu.
Kritik Adegan Kesalahan penggunaan mahkota dan teriakan pejabat yang dinilai meremehkan kedaulatan Korea.
Langkah Koreksi Segera merevisi audio dan subtitel pada layanan VOD, siaran ulang, serta platform streaming.
Komitmen Akan lebih berhati-hati dalam menggarap drama bertema sejarah alternatif (alternate-history).

Tim produksi mengakui bahwa pembangunan dunia atau world-building dalam drama ini kurang maksimal dalam meninjau detail teknis yang krusial.

Kronologi dan Akar Masalah Kontroversi

Masalah ini bermula dari penayangan episode menjelang akhir pada Jumat (15/5) yang menampilkan prosesi penobatan karakter I-An. Penonton menemukan kesalahan fatal pada atribut busana dan dialog yang digunakan dalam adegan sakral tersebut.

Dalam adegan itu, I-An terlihat mengenakan guryu myeollyugwan, yakni mahkota tradisional dengan sembilan untaian manik-manik. Padahal, untuk konsep monarki yang berdaulat penuh seperti dalam cerita, sang raja seharusnya mengenakan sibi myeollyugwan dengan dua belas untaian manik-manik.

Selain masalah mahkota, teriakan para pejabat istana yang menggemakan kata "Cheonse" atau "1.000 tahun" memicu protes keras. Secara historis, ungkapan tersebut digunakan untuk menyapa penguasa dengan pangkat lebih rendah atau wilayah bawahan.

Para ahli sejarah dan penonton berpendapat bahwa istilah yang seharusnya digunakan adalah "Manse" yang berarti "10.000 tahun". Ungkapan ini merupakan simbol otoritas kekaisaran yang merdeka dan memiliki kedaulatan penuh tanpa bayang-bayang pengaruh geopolitik pihak luar.

Sejarah mencatat bahwa penguasa Joseon baru secara resmi menggunakan status kekaisaran independen setelah mendeklarasikan Kekaisaran Korea. Kesalahan teknis ini dianggap sangat sensitif karena menyangkut identitas nasional dan martabat sejarah bangsa Korea di mata publik.

Drama Perfect Crown yang berjumlah 12 episode ini sendiri baru saja menyelesaikan penayangannya pada Sabtu (16/5). Meskipun sukses meraih rating tinggi, kontroversi sejarah ini menjadi catatan penting bagi industri penyiaran Korea Selatan dalam menggarap konten berbasis sejarah.

Artikel terkait

Rekomendasi