Kreator Live Shopping Viral di China Ternyata Bukan Manusia, Ini Faktanya!

Kreator Live Shopping Viral di China Ternyata Bukan Manusia, Ini Faktanya!
Foto: Kreator Live Shopping Viral di China Ternyata Bukan Manusia, Ini Faktanya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Dunia belanja daring atau live shopping di China sedang mengalami fenomena yang cukup unik sekaligus mengejutkan. Banyak kreator kini mampu melakukan siaran langsung selama 24 jam nonstop tanpa terlihat kelelahan sedikit pun.

Kenyataannya, sosok yang muncul di layar kaca tersebut bukanlah manusia asli, melainkan avatar berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan siaran tetap berjalan meski kreator aslinya tidak sedang aktif di depan kamera.

Mengenal Avatar AI dalam Live Shopping

Avatar AI yang digunakan dalam platform belanja ini merupakan hasil kloning dari sosok kreator manusia yang sebenarnya. Kreator asli biasanya hanya perlu berdiri di depan latar belakang hijau (greenscreen) dengan peralatan yang sangat sederhana.

Meskipun kreator aslinya tidak banyak berekspresi atau berbicara, tampilan yang diterima penonton justru sangat berbeda. Avatar AI mereka tampil dengan sangat rapi, penuh energi, bahkan mampu berinteraksi dengan audiens secara natural.

Teknologi ini mampu menjelaskan detail produk dan merespons pertanyaan penonton layaknya manusia sungguhan. Hal ini membuat pengalaman belanja tetap terasa personal bagi para pelanggan yang menyaksikan siaran tersebut.

Keberhasilan Finansial Avatar Digital

Salah satu bukti nyata keberhasilan tren ini adalah kolaborasi antara influencer ternama, Luo Yonghao, dengan perusahaan teknologi Baidu. Mereka menggunakan model AI generatif untuk menciptakan avatar digital yang interaktif.

Dalam sesi siaran yang berlangsung lebih dari enam jam, avatar tersebut berhasil mencatatkan angka penjualan yang sangat fantastis. Hasil penjualannya bahkan melampaui pencapaian sesi siaran yang dilakukan langsung oleh manusia.

Berikut adalah ringkasan data hasil penjualan dan perkembangan teknologi avatar AI tersebut:

Indikator Detail Informasi
Nilai Penjualan Luo Yonghao (2025) 55 juta yuan (sekitar Rp 930,3 miliar)
Lama Sesi Live AI Lebih dari 6 jam nonstop
Jumlah Perusahaan Avatar Digital Lebih dari 993.000 perusahaan
Estimasi Pendapatan Industri (2025) 640 miliar yuan (sekitar Rp 10.826 triliun)

Data di atas menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi yang dihasilkan dari integrasi kecerdasan buatan dalam industri perdagangan digital. Avatar ini diciptakan dengan melatih model AI menggunakan data video selama bertahun-tahun agar menyerupai karakter aslinya.

Pertumbuhan Pesat Industri Avatar di China

Tren penggunaan teknologi ini berkembang sangat masif dalam beberapa tahun terakhir di Tiongkok. Tercatat ada lebih dari 400.000 perusahaan baru yang fokus pada pengembangan avatar digital dalam waktu singkat.

Pada festival belanja besar "618" yang jatuh setiap tanggal 18 Juni, ribuan merek ternama telah beralih menggunakan teknologi ini. Siaran yang dipandu oleh AI tersebut sukses menarik ratusan juta penonton dan jutaan interaksi aktif.

Beberapa poin penting mengenai dampak perkembangan avatar AI ini antara lain:

  • Meningkatkan efisiensi biaya operasional karena siaran bisa berjalan 24 jam tanpa memerlukan banyak staf.
  • Mampu menjangkau audiens di jam-jam tidur manusia tanpa menurunkan kualitas presentasi produk.
  • Mengurangi beban kerja fisik bagi para influencer yang sebelumnya harus berbicara berjam-jam tanpa henti.
  • Memberikan stabilitas performa siaran yang selalu konsisten dan penuh energi sepanjang waktu.

Dampak ekonomi dari industri ini diperkirakan akan terus melonjak hingga dua kali lipat pada tahun 2025 mendatang. Teknologi kloning digital ini telah mengubah wajah industri live commerce menjadi jauh lebih otomatis dan menguntungkan.

Fenomena ini membuktikan bahwa batas antara realitas dan simulasi digital semakin tipis dalam dunia bisnis. Dengan biaya yang lebih efisien, avatar AI diprediksi akan menjadi standar baru dalam aktivitas pemasaran digital global.

Artikel terkait

Rekomendasi