KPK Bongkar Kode 'Malaikat' Kasus Silmy, Jatah Setoran Eselon II Mengejutkan 2026

KPK Bongkar Kode 'Malaikat' Kasus Silmy, Jatah Setoran Eselon II Mengejutkan 2026
Foto: KPK Bongkar Kode 'Malaikat' Kasus Silmy, Jatah Setoran Eselon II Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar penggunaan kode khusus dalam skandal pemerasan warga negara asing (WNA) yang melibatkan mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim. Istilah "malaikat" muncul sebagai kode distribusi uang bagi jajaran pejabat tinggi di lingkungan kementerian tersebut.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Taufik Ahmad Husein, menjelaskan bahwa kode ini dirancang oleh oknum pejabat di kementerian untuk membedakan penerima jatah berdasarkan jabatan. Kode "malaikat" secara spesifik ditujukan bagi pejabat yang menduduki posisi minimal eselon II ke atas.

Penyelidikan mendalam mengungkapkan bahwa praktik pungutan liar ini telah berlangsung selama periode 2022 hingga 2026. Selama kurun waktu tersebut, total aliran dana yang terkumpul dari hasil pemerasan diduga mencapai angka minimal Rp 145,5 miliar.

Daftar sebutan kode distribusi uang yang ditemukan penyidik:

  • Malaikat: Kode yang digunakan untuk merujuk pada distribusi uang bagi jajaran pejabat tinggi setingkat eselon II ke atas.
  • Grup Band: Istilah yang digunakan untuk membagi porsi uang berdasarkan peran, mencakup sebutan vokalis, gitaris, hingga backing vocal.
  • Pembayaran Konser: Istilah umum yang digunakan untuk menyamarkan keseluruhan proses pembagian uang hasil pemerasan kepada para pihak terkait.
  • Koreografer: Kode bagi pihak yang menentukan besaran jumlah uang yang dibagikan kepada setiap anggota kelompok tersebut.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebutkan bahwa uang tersebut dibagikan secara rutin setiap hari Jumat. Silmy Karim sendiri diduga menerima setoran tetap sebesar Rp 100 juta per minggu dari hasil praktik ilegal ini.

Dana yang terkumpul kemudian dicuci melalui berbagai cara untuk kepentingan pribadi para pelaku, termasuk membeli aset mewah hingga mendirikan usaha. Salah satu modus yang terdeteksi adalah pembentukan perusahaan jasa pengangkutan atau towing kendaraan.

Pendapatan dari perusahaan towing tersebut diduga digunakan untuk membiayai hobi otomotif para pelaku, seperti kegiatan motor trail dan offroad. Penyamaran transaksi ini bertujuan agar aliran uang dari hasil kejahatan tidak mudah terdeteksi oleh pihak berwenang.

Rincian aset dan metode penyembunyian barang bukti:

Jenis Aset / Aktivitas Keterangan dan Modus Operandi
Logam Mulia Emas batangan dibeli secara bertahap menggunakan uang tunai yang ditarik dari rekening nomine.
Properti Pembelian rumah dilakukan dengan cara tidak lazim, yakni menggunakan kepingan emas sebagai alat bayar.
Valuta Asing Penyidik menyita uang tunai dalam bentuk Dollar Amerika (USD) dan Dollar Singapura (SGD).
Kendaraan Penyitaan sejumlah kendaraan bermotor yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.

Kepanikan mulai melanda para pelaku ketika kasus serupa di Kementerian Ketenagakerjaan mencuat ke publik pada tahun 2025. Mereka berusaha segera menarik dana dari berbagai rekening yang menggunakan nama orang lain guna menghindari pelacakan penyidik.

Namun, KPK bergerak cepat dengan melakukan penyitaan aset yang dianggap sebagai barang bukti hasil kejahatan. Saat ini, Silmy Karim bersama beberapa pihak lainnya telah resmi ditahan dan dijerat dengan pasal terkait pemerasan serta gratifikasi.

Artikel terkait

Rekomendasi